RADARSOLO.COM – Memasuki pekan pertama Ramadan 2026, sejumlah komoditas pangan di Kota Solo mulai menunjukkan tren kenaikan harga yang signifikan. Cabai rawit merah terpantau stabil di angka tinggi, sementara harga daging ayam dan daging sapi mulai merangkak naik seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia dan Dinas Perdagangan melakukan tinjauan mendadak ke Pasar Jongke, Kamis (26/2). Hasil pantauan menunjukkan cabai rawit merah kini menyentuh harga Rp 80.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya di kisaran Rp 70 ribu per kilogram.
Baca Juga: Solo Waspada! 30 Pelajar SMP Jalani Rehab Narkoba, Wali Kota Respati Siapkan Perwali Tegas
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat tren kenaikan ini. Intervensi pasar segera dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat selama bulan suci hingga menjelang Idul Fitri.
“Kami telah menyiapkan operasi pasar bersama TPID dan Satgas Pangan. Fokus kami adalah memastikan keterjangkauan harga sekaligus menjamin bahan pangan yang beredar dalam kondisi baik dan layak konsumsi,” ujar Astrid.
Baca Juga: Panas! Kubu Purbaya Bongkar IMB Pribadi di Lahan Keraton, Pihak Tedjowulan Minta Fokus Transparansi
Hasil pendataan di Pasar Jongke, minyak goreng curah Rp 19.000 per liter, minyak goreng kemasan Rp 21.000 per liter, minyak kita Rp 15.700 per liter. Beras premium Rp 15.900/kg, beras medium Rp 13.500 per kg, beras SPHP Rp 12.500 per kg. Daging Sapi Rp 130.000 per kg sementara Rp 36.000 per kg. Selain fokus pada pengendalian harga Pemkot Solo juga memastikan bahan pangan dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
Guna meredam gejolak harga di tingkat konsumen, Pemkot Solo telah menjadwalkan sembilan kali Gerakan Pasar Murah sepanjang tahun 2026. Khusus menyambut Lebaran, Operasi Pasar Ramadan akan difokuskan di 15 kelurahan yang tersebar di wilayah Solo.
Baca Juga: Sempat Dikira Kobra, Ular Hitam di Kiringan Boyolali Ternyata Jenis Koros Sepanjang 2 Meter
Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Arif Handoko menambahkan bahwa operasi pasar ini akan berlangsung intensif hingga pertengahan bulan depan. “Operasi Pasar di 15 kelurahan dijadwalkan berjalan hingga 13 Maret 2026. Ini adalah upaya konkret kami untuk menjaga keseimbangan harga di tengah lonjakan permintaan musiman,” jelas Arif.
Selain operasi pasar di tingkat kelurahan, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan belanja bijak dan tidak melakukan panic buying, mengingat stok bahan pangan secara umum masih terpantau mencukupi. (ves)
Editor : Kabun Triyatno