RADARSOLO.COM – Penantian panjang terkait perbaikan Tembok Dalem Prabuwinatan di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akhirnya menemui titik terang. Tembok yang ambruk sejak 15 Januari 2018 tersebut kini resmi mulai memasuki tahap pemugaran.
Juru Bicara KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Kanjeng Pakunagoro membenarkan bahwa perbaikan struktur bersejarah tersebut mulai dikerjakan. Panembahan Agung telah memberikan izin resmi kepada Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia untuk melaksanakan pemugaran melalui surat keputusan nomor 19/SKMK.08.2026/PAKKSH/IV/2026.
"Panembahan Agung menerima permohonan izin perbaikan dari Ibu Dra. Kristina (Nina) Akbar Tandjung selaku Ketua Yayasan Kusumo Buwono. Izin telah diberikan untuk segera ditindaklanjuti," ujar Pakoenagoro, Rabu (22/4).
Mengingat kawasan keraton merupakan Cagar Budaya Peringkat Nasional, proses pemugaran dilakukan dengan standar yang sangat ketat. Pihak Keraton menekankan bahwa perbaikan tidak hanya soal teknis bangunan, tetapi juga menjaga nilai historis yang melekat.
Restorasi ini juga telah mengantongi landasan hukum kuat berupa rekomendasi dari Kementerian Kebudayaan melalui surat Nomor 76/L/KB.10.01/2026 terkait Kajian Teknis dan Pemugaran Tembok Prabuwinatan.
Baca Juga: Geger! Kecurangan UTBK 2026 di Undip, Peserta Ketahuan Sembunyikan Alat Bantu di Telinga
"Gusti Tedjowulan sudah menerima tembusan surat dari Kementerian Kebudayaan. Rekomendasi ini menjadi pedoman utama dalam pemberian izin agar pemugaran sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya yang berlaku," jelasnya.
Tahap awal pengerjaan dimulai pada Selasa (21/4) dengan pembersihan area reruntuhan. Guna menjamin kualitas hasil pemugaran, pihak yayasan menugaskan tenaga berpengalaman yang telah malang melintang dalam penanganan bangunan cagar budaya di Solo.
"Pelaksana pemugaran dipercayakan kepada Bapak Bintoro Notoraharjo. Beliau sebelumnya sukses menangani restorasi Dalem Purwohamijayan, Dalem Suryohamijayan, hingga Dalem Kalitan," tambah Pakoenagoro.
Selama proses pengerjaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah akan terus dilibatkan untuk memastikan penggunaan material dan metode penyambungan struktur sesuai dengan material aslinya.
Keraton berharap langkah ini menjadi pemantik kesadaran publik yang lebih luas akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa. Kerusakan fisik yang telah terjadi selama delapan tahun terakhir diharapkan dapat segera tertangani secara permanen tanpa menghilangkan estetika aslinya.
"Setiap tahap pemugaran harus memperhatikan keaslian struktur. Kami ingin pemugaran ini mengembalikan keagungan Dalem Prabuwinatan sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah besar Keraton Solo," pungkas Pakoenagoro. (ves)
Editor : Kabun Triyatno