RADARSOLO.COM – Tingkat keganasan infeksi samping dari fenomena Hantavirus memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo meminta warga tidak perlu cemas berlebihan, selama penanganan dan pencegahan dilakukan dengan tepat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Retno Erawati Wulandari, mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara optimal. Salah satu poin krusial yang ia tekankan adalah cara membersihkan bekas kotoran atau urine tikus di lingkungan rumah.
“Jangan disapu kering. Jika ada tinja atau kencing tikus, pembersihan harus dilakukan dengan cara wet cleaning (pembersihan basah) menggunakan lap atau kain pel basah, lengkap dengan masker dan alat pelindung lainnya,” ujar Retno, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Apa Itu Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius? Ini Fakta Kasus yang Tewaskan 3 Penumpang
Teknik pembersihan basah sangat penting untuk mencegah partikel atau debu kotoran tikus terbang ke udara dan terhirup oleh manusia (aerosol). Retno memaparkan bahwa infeksi Hantavirus memiliki dua manifestasi utama yang cukup serius, yakni memicu gangguan pada paru-paru dan ginjal.
Ia tidak menampik bahwa potensi penyebaran Hantavirus bisa saja terjadi di Solo. Namun, dengan pemahaman dan antisipasi yang baik, risiko tersebut dapat ditekan. “Berat ringannya dampak penyakit juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan penyerta (komorbid) pasien, sehingga kecepatan penanganan menjadi kunci,” imbuhnya.
Bagi masyarakat yang mengalami gejala gangguan kesehatan setelah kontak dengan area bekas tikus, diharapkan segera melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) terdekat.
Pemerintah Kota Solo memastikan seluruh tenaga medis siap menangani keluhan masyarakat secara profesional. Wali Kota Solo Respati Ardi dalam keterangannya menegaskan kesiapan infrastruktur kesehatan di Kota Bengawan.
“Seluruh fasilitas kesehatan di Solo sudah kita siapkan untuk selalu optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tenaga ahli sudah siaga di bidangnya masing-masing,” tegas Respati. (ves)
Editor : Kabun Triyatno