RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menjajaki peluang kerja sama dengan Australia untuk penyaluran tenaga kerja asal Kota Solo. Langkah itu dinilai menjadi solusi membuka akses kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal di tengah persaingan pasar global.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, penjajakan kerja sama tersebut dibahas saat dirinya menerima kunjungan delegasi parlemen Australia akhir pekan lalu.
Salah satu fokus utama yang dibicarakan yakni pengembangan tenaga kerja melalui program pertukaran keterampilan dan magang kerja.
Baca Juga: Satgas PPKS UNS: Kampus Tak Boleh Diam Saat Korban Pelecehan Diintimidasi
“Ada peluang untuk melakukan pengembangan tenaga kerja. Kita sudah punya Rumah Siap Kerja, nanti ada pertukaran skill dengan pekerja di Australia. Ada visa magang dan ada program kerja sama dengan Rumah Siap Kerja, jadi bisa dimanfaatkan untuk penyaluran tenaga kerja,” ujar Respati, Senin (26/5).
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi tenaga kerja muda asal Solo agar memiliki pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan kualitas kompetensi.
Selain sektor ketenagakerjaan, Respati menyebut pihak Australia juga tertarik dengan perkembangan digitalisasi di Kota Solo.
Karena itu, pertemuan dengan delegasi Australia digelar di Solo Techno Park yang selama ini menjadi pusat pengembangan teknologi dan inovasi di Kota Bengawan.
“Mereka kaget dengan perkembangan di Solo Techno Park dan mereka siap untuk berinvestasi di Surakarta,” paparnya.
Baca Juga: Perjudian Transfer Pemain Persis Solo Gagal, Milo: Perubahan Datang Terlambat
Ketertarikan tersebut membuka peluang investasi baru di sektor teknologi dan ekonomi digital yang selama ini terus dikembangkan Pemkot Surakarta.
Tak hanya itu, kerja sama promosi wisata juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Pemerintah Australia disebut mulai mempelajari potensi wisata Solo dan Solo Raya untuk dipromosikan kepada wisatawan Australia.
Respati menilai langkah tersebut dapat menjadi kesempatan besar bagi Solo untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata di tingkat internasional.
“Mereka sedang mempelajari Solo untuk dipromosikan di Australia. Solo dan Solo Raya punya peluang untuk bersaing di sektor wisata,” katanya.
Selain wisata, potensi usaha dan bisnis di Solo juga dinilai menjadi daya tarik tersendiri yang dapat diperkenalkan kepada investor maupun pasar internasional.
“Tetapi tidak hanya itu, potensi usaha dan bisnis juga jadi peluang yang dimiliki Solo untuk kita pamerkan,” tandas Respati. (ves)
Editor : Kabun Triyatno