RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ingin belanja pemerintah tidak sekadar menjadi aktivitas pengadaan barang dan jasa, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan pelaku usaha lokal. Karena itu, Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong masuk ke sistem e-Katalog agar produk mereka dapat terserap dalam pengadaan pemerintah.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan, pelaku usaha lokal perlu memanfaatkan peluang tersebut untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing. Menurutnya, e-Katalog menjadi salah satu pintu bagi UMKM untuk naik kelas melalui pasar yang lebih pasti.
"Saya harap pelaku usaha bisa mengikuti program UMKM Center agar bisa boarding ke e-Katalog dan produknya dibeli oleh pemerintah," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Respati menilai, keberadaan marketplace pemerintah seharusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha lokal. Selain membuka akses pasar baru, keterlibatan UMKM dalam pengadaan pemerintah juga diyakini mampu memperkuat perekonomian daerah.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Forum Nasional Penguatan Profesi Pengadaan II sekaligus pelantikan Dewan Pengurus Nasional Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia (IFPI) periode 2026–2031 di Tirtonadi Convention Center, Minggu (5/7/2026).
Dalam forum tersebut, Respati menegaskan sistem pengadaan yang transparan dan terbuka harus memberikan ruang lebih besar bagi produk dalam negeri, khususnya hasil karya pelaku usaha lokal.
Baca Juga: Cara Cek NIK KTP Apakah Menerima Bansos Tahap 3 Periode Juli 2026 di Link Resmi Kemensos
"Silakan memanfaatkan marketplace milik pemerintah. Proses pengadaan yang tepat akan berdampak pada pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, sekaligus mendorong tumbuhnya industri dalam negeri. Karena itu profesi pengadaan juga harus terus bertransformasi," katanya.
Melalui pendampingan di UMKM Center, pemkot berharap semakin banyak IKM dan UMKM memenuhi persyaratan administrasi maupun standar kualitas untuk masuk ke e-Katalog. Dengan demikian, belanja pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan birokrasi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal.
Pemkot optimistis semakin banyak produk lokal yang masuk dalam sistem pengadaan pemerintah akan memperkuat daya saing UMKM Solo sekaligus memperluas peluang usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. (ves)