RADARSOLO.COM – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Mojosongo, Kota Solo. Insiden yang menimpa seorang pekerja vendor pengelola tersebut memicu perhatian serius Komisi III DPRD Kota Solo. Pasalnya, peristiwa itu merupakan kecelakaan kedua yang terjadi di area pengolahan sampah PLTSa setelah sebelumnya sempat menelan korban jiwa.
Fakta tersebut terungkap saat Komisi III DPRD Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan PLTSa Putri Cempo, Selasa (7/7/2026). Usai meninjau lokasi, rombongan dewan juga menjenguk korban yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Solo, Sonny, mengatakan korban merupakan pegawai PT SMPP selaku vendor pengelola fasilitas PLTSa Putri Cempo. Korban bernama Muhammad Haris mengalami luka berat setelah tangan kanannya tersangkut mesin conveyor pemilah sampah organik dan anorganik.
Berdasarkan keterangan yang diterima Komisi III, kecelakaan terjadi pada Kamis (2/7) sekira pukul 08.19 WIB. Saat itu korban tengah melakukan pembersihan di area conveyor. Namun, diduga saat proses pembersihan berlangsung, tangan korban tertarik masuk ke mesin conveyor yang masih beroperasi.
"Korban ini sebenarnya pegawai PT SPMPP. Dari informasi yang kami terima, beliau sedang membersihkan area conveyor. Tangan kanannya kemudian tertarik masuk ke mesin yang sedang berputar," ujar Sonny.
Baca Juga: Dejan Tumbas Tak Masuk Daftar 16 Pemain yang Dilepas Persis Solo, Bertahan untuk Liga 2?
Tarikan conveyor yang terus bergerak membuat tangan korban masuk hingga bagian lengan. Bahkan, tubuh korban ikut tertarik sehingga mengakibatkan cedera serius pada pembuluh darah di bagian leher sebelah kanan. Beruntung tubuh korban tidak seluruhnya masuk ke dalam mesin karena ukuran conveyor hanya memungkinkan bagian tangan yang tersangkut.
"Jadi tangannya masuk sampai lengan. Karena mesin terus berputar, tarikannya sampai mengenai pembuluh darah di leher sebelah kanan. Untung badannya tidak ikut masuk karena ukuran mesin hanya cukup untuk tangan," jelasnya.
Korban akhirnya berhasil diselamatkan setelah rekan kerja yang mengetahui kejadian tersebut segera mematikan mesin conveyor dan mengunci sistem operasionalnya. Untuk mengevakuasi korban, petugas bahkan harus memotong bagian conveyor yang menjepit tangan korban.
"Temannya langsung mematikan mesin dan mengunci conveyor supaya bisa dilakukan penyelamatan. Bahkan karpet conveyor itu harus dipotong agar tangan korban bisa dilepaskan," ungkap Sonny.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami patah tulang pada tangan kanan serta kerusakan pembuluh darah. Hingga kini korban telah menjalani dua kali operasi. Operasi pertama dilakukan untuk memperbaiki tulang yang patah dan pembuluh darah di leher. Selanjutnya dokter kembali melakukan operasi kedua pada pembuluh darah yang mengalami kerusakan.
Dalam waktu dekat korban masih harus menjalani operasi ketiga. Tindakan tersebut dilakukan karena aliran darah dari lengan hingga jari tangan kanan belum kembali normal akibat terjepit mesin conveyor.
"Dokter masih akan melakukan operasi lagi karena aliran darah dari lengan sampai jari belum lancar. Untuk sementara memang belum dilakukan amputasi. Kondisinya masih terus dipantau oleh tim medis," katanya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy