RADARSOLO.COM – Akhir liburan sekolah dimanfaatkan The Sunan Hotel Solo bersama Solo Book Party, dengan menghadirkan “Coffee Talks with Book”, Minggu (12/7).
Ajang yang digelar di area kolam renang hotel ini mengajak peserta untuk membaca buku bersama, dilanjutkan diskusi mengenai inklusivitas.
Diskusi menghadirkan dua komunitas yang selama ini aktif mengadvokasi isu kesetaraan dan aksesibilitas, yakni Pusat Kajian Perempuan Solo Raya (PUKAPS) dan Difalitera.
Keduanya berbagi pengalaman, sekaligus mengajak peserta memahami pentingnya menciptakan ruang yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Tutup Solo Champions and Impact Festival, Respati: Ubah Pola Bisnis, Jangan sekadar Kejar Omzet
Koordinator Solo Book Party Naufal Riady mengatakan, kolaborasi tersebut dipilih karena pihaknya ingin mulai memperkuat nilai inklusivitas di dalam komunitas literasi.
Menurutnya, Solo Book Party ingin menjadi ruang yang terbuka bagi kelompok-kelompok yang selama ini kerap mengalami marginalisasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin komunitas menjadi lebih ramah terhadap kelompok marginal seperti difabel, perempuan, maupun queer. Ini langkah awal Solo Book Party dalam menghidupi nilai yang sejak awal kami pegang, yaitu merayakan semua bacaan dan semua orang di dalamnya,” ujarnya.
Baca Juga: Hari Pertama MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Wali Kota Solo Respati Ajak Ayah Antar Anak
Assistant PR Manager The Sunan Hotel Solo Tika Ratna menambahkan, sangat mendukung berbagai kegiatan komunitas yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga ruang bertemu, belajar, dan berbagi inspirasi.
“Kolaborasi bersama Solo Book Party, PUKAPS, dan Difalitera menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung kegiatan komunitas. Selain itu, juga menghadirkan ruang yang inklusif bagi masyarakat,” katanya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto