RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menutup sementara ruas Jalan Ahmad Yani sisi utara, tepatnya dari Ringin Semar hingga Simpang Panggung, mulai Jumat (17/7) hingga 17 Agustus 2026. Penutupan dilakukan untuk mendukung pekerjaan perbaikan jalan dengan metode betonisasi, sementara arus lalu lintas dialihkan ke sejumlah ruas alternatif.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Andri Wahyudi mengatakan, penutupan hanya dilakukan pada lajur sisi utara atau jalur kendaraan dari arah barat menuju timur.
"Pekerjaan berlangsung mulai 17 Juli sampai 17 Agustus. Yang dikerjakan hanya satu ruas, yakni sisi utara Jalan Ahmad Yani dari Ringin Semar sampai Simpang Panggung," ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Revitalisasi Kolam Renang Tirtomoyo Dikebut, Solo Siap Gelar Event Internasional
Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan dari arah barat menuju Simpang Panggung dialihkan sejak Simpang Banjarsari maupun Simpang Ngemplak. Pengendara dari Simpang Banjarsari diarahkan melalui Jalan A.R. Hakim menuju Jalan Urip Sumoharjo, sedangkan kendaraan dari Simpang Ngemplak dialihkan melalui Jalan Tentara Pelajar menuju Simpang Dr. Oen Kandang Sapi.
Dishub memprediksi kepadatan lalu lintas berpotensi terjadi di sejumlah simpang yang menjadi jalur pengalihan, seperti Simpang Banjarsari, Simpang Ngemplak, Simpang Dr. Oen Kandang Sapi, hingga Jalan A.R. Hakim.
Baca Juga: Pemkot Solo Gandeng Ormas Percepat Penanganan Masalah Sosial
"Potensi kepadatan memang ada di simpang-simpang yang menjadi jalur pengalihan. Karena itu kami melakukan pengaturan lalu lintas dan penyesuaian waktu lampu APILL," kata Andri.
Selain mengoptimalkan pengaturan lampu lalu lintas, Dishub juga menerjunkan petugas di lapangan, terutama pada jam-jam sibuk, yakni pukul 06.00-08.00 WIB, 13.00-15.00 WIB, dan 16.00-18.00 WIB.
Andri menambahkan, rambu petunjuk pendahuluan jurusan (RPPJ) telah dipasang di sejumlah titik untuk memudahkan pengguna jalan memilih rute alternatif.
"Kami berharap masyarakat mengikuti petunjuk yang sudah dipasang dan menggunakan jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki menjelaskan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari Program Sapu Lobang. Namun, karena kerusakan jalan di lokasi tergolong berat, penanganan dilakukan dengan membongkar lapisan bawah jalan dan menggantinya menggunakan konstruksi beton.
"Lokasi itu sudah berkali-kali diaspal, tetapi selalu rusak lagi karena lapisan dasar jalannya sudah amblas. Karena itu kami keruk dulu lapisan bawahnya, kemudian ditutup dengan pengecoran agar lebih kuat," jelasnya.
DPUPR menargetkan pekerjaan rampung dalam waktu satu bulan. Jika terdapat kendala teknis, penyelesaian diperkirakan hanya mundur sedikit dan tidak melebihi dua bulan.
"Target kami satu bulan selesai. Dengan metode beton, jalan akan lebih awet dibandingkan perbaikan menggunakan aspal biasa," pungkas Nur Basuki.
Editor : Kabun Triyatno