RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menggarap proyek penataan Koridor Jalan Yos Sudarso, Senin (3/8). Selama empat bulan ke depan, arus lalu lintas di ruas Simpang Nonongan hingga Simpang Coyudan direkayasa untuk mendukung pekerjaan konstruksi yang ditargetkan rampung akhir tahun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki mengatakan, pekerjaan diawali dengan pembersihan kawasan dan pembongkaran sejumlah fasilitas yang tidak lagi digunakan dalam desain baru koridor.
"Mulai Senin ini kita mulai dengan pekerjaan pembersihan area," ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Pemkot mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 11 miliar dari APBD 2026 untuk proyek tersebut. Anggaran dibagi menjadi dua paket pekerjaan, yakni penataan jaringan utilitas serta revitalisasi koridor jalan.
Salah satu pekerjaan utama ialah memindahkan jaringan utilitas yang selama ini berada di atas tiang menjadi utilitas bawah tanah. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercantik wajah kawasan sekaligus meningkatkan keselamatan dan kerapian infrastruktur.
Selain itu, pulau jalan di tengah ruas Yos Sudarso akan dibongkar. Pepohonan dan lampu penerangan juga dipindahkan, lalu diganti dengan jenis tanaman yang akarnya tidak merusak badan jalan maupun saluran drainase.
Baca Juga: Ditinggal Arisan Keluarga, Rumah di Tawangmangu Karanganyar Ludes Dilalap Api
"Targetnya selesai akhir tahun. Median jalan dibongkar, tanaman dipindah atau diganti dengan yang akarnya tidak merusak. Trotoar juga kami lebarkan dari sekitar satu meter menjadi 2,5 meter agar lebih nyaman bagi pejalan kaki," jelas Nur Basuki.
Rekayasa Lalu Lintas
Seiring dimulainya proyek, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo menerapkan rekayasa lalu lintas mulai Senin (3/8) pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Ratusan Gedung SD dan SMP Rusak, Pemkab Wonogiri Kesulitan Cari Sumber Dana Perbaikan
Kepala Dishub Solo Taufiq Muhammad menjelaskan, pada tahap awal pekerjaan arus kendaraan dari arah selatan (Coyudan/Sukoharjo) menuju utara (Nonongan/Jalan Slamet Riyadi) ditutup sementara. Sebaliknya, arus dari Simpang Nonongan menuju Coyudan masih tetap dapat dilalui.
"Kendaraan dari arah Sukoharjo yang biasanya melintas melalui Jalan Yos Sudarso menuju Simpang Nonongan kami arahkan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Gatot Subroto atau Jalan Kapten Mulyadi," ujarnya.
Dishub mengimbau masyarakat mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas selama proyek berlangsung agar lalu lintas tetap lancar dan risiko kemacetan dapat diminimalkan.
Revitalisasi Koridor Yos Sudarso merupakan bagian dari upaya Pemkot Solo memperkuat kawasan pusat kota yang lebih tertata, ramah pejalan kaki, dan memiliki infrastruktur utilitas yang lebih modern. Dengan pelebaran trotoar serta penataan lanskap, koridor tersebut diharapkan menjadi ruang publik yang lebih nyaman sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan pusat perdagangan Solo.
Editor : Kabun Triyatno