Status Darurat Dicabut, TPA Putri Cempo Belum Sepenuhnya Aman

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:32 WIB
Status tanggap darurat TPA Putri Cempo sudah dicabut, Rabu kemarin (16/9). (M Ihsan/Radar Solo)
Status tanggap darurat TPA Putri Cempo sudah dicabut, Rabu kemarin (16/9). (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM Status Tanggap Darurat Bencana kebakaran TPA Putri Cempo resmi dicabut pada Rabu (16/9) sore. Meski demikian, penanganan belum sepenuhnya berhenti. Penyiraman dan injeksi air masih dilanjutkan selama masa transisi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Wali Kota Solo Respati Ardi bersama sejumlah jajaran meninjau lokasi bekas kebakaran sebelum pencabutan status tanggap darurat. Dia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran selama 14 hari terakhir.

“Ini masuk ke masa transisi, jadi status tanggap darurat selesai di 14 hari penanganan ini. Kita catat ada 400 orang lintas instansi yang ikut kerja keras 24 jam selama 14 hari,” kata Respati.

Baca Juga: Sempat Hilang Dua Hari, Lansia 84 Tahun di Sawit Boyolali Ditemukan Meninggal di Parit Sawah

Selama masa transisi, proses penyiraman dan injeksi air tetap dilakukan. Namun, leading sector penanganan yang sebelumnya berada di tangan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) selanjutnya dialihkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Pengendalian gas metana menjadi salah satu fokus utama pada masa transisi. Gas tersebut perlu dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali kebakaran, terutama selama cuaca panas masih berlangsung.

Baca Juga: Pemkot Klaim Pegang SHP, Sekber Ahli Waris Diminta Stop

“Gas metana di sini harus dikeluarkan. Itu yang pertama, baru kita bicara sistem keluar masuk di TPA Putri Cempo. Ini sudah kita temukan metode untuk mengeluarkan gas metana. Tugasnya akan diambil alih oleh DLH,” bebernya.

Kebakaran yang melanda Blok B, C, dan D TPA Putri Cempo sejak Rabu (2/9) petang berhasil dikendalikan pada hari ke-14. Berbagai metode dikerahkan, mulai dari pemadaman darat, water bombing menggunakan helikopter, hingga operasi modifikasi cuaca.

Baca Juga: Ditinggal Takziah Rumah Di Kartasura Sukoharjo Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Respati menyebut total area yang berhasil dikendalikan mencapai 6,31 hektare. Selama penanganan, lebih dari 400 personel lintas instansi dikerahkan dan sekitar 4 juta liter air digunakan untuk pendinginan serta injeksi pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

“Koordinasi pengamanan sekitar masih dilakukan karena masih ada sebagian kecil titik api karena gas metana, cuaca panas, dan sebagainya,” ujarnya.

Dengan dicabutnya status tanggap darurat, pengawasan terhadap kondisi TPA Putri Cempo tetap dilanjutkan. DLH kini bertanggung jawab memastikan proses pendinginan dan pengendalian gas metana berjalan selama masa transisi. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
gas metana tpa putri cempo titik api tanggap darurat bencana damkar