Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dari Markas ke Matras, Perjuangan Abi Nidya Ira Wati Mengharumkan Negeri: Tak hanya di Balik Meja, tapi Besinar di Atas Arena

Antonius Christian • Rabu, 15 Oktober 2025 | 19:35 WIB

INSPIRATIF: Bripda Abi Nidya Era Wati menorehkan berbagai prestasi di cabor taekwondo.
INSPIRATIF: Bripda Abi Nidya Era Wati menorehkan berbagai prestasi di cabor taekwondo.
 

RADARSOLO.COM - Langkah Bripda Abi Nidya Ira Wati membawa kisah inspiratif tentang mimpi, kerja keras, dan keberanian menembus batas.

Di balik seragam cokelat yang lekat dengan ketegasan, tersimpan sosok perempuan tangguh yang juga lihai bertarung di atas arenauntuk mengharumkan nama negeri.

Dialah Bripda Abi Nidya Ira Wati, anggota Polwan Polresta Solo yang baru saja mencetak prestasi membanggakan di Panglima TNI Cup International Taekwondo Championship 2025.

Siapa sangka, di sela kesibukannya mendampingi Kapolresta Solo sebagai asisten pribadi, Abi justru menorehkan tinta emas di arena bergengsi tingkat dunia. Bertarung di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, 26–28 September lalu, perempuan berhijab itu sukses meraih medali perak kategori under 49 kg putri.

Alhamdulillah, saya bersyukur bisa sampai ke final. Lawan-lawan saya bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari Malaysia dan Meksiko. Rasanya luar biasa,” ucapnya dengan mata berbinar saat ditemui di Mapolresta Surakarta.

Perjalanannya menuju podium bukan hal mudah. Sebelum melangkah ke kejuaraan internasional, Abi lebih dulu bersinar di Kapolri Cup 2025. Dari ajang itu, ia membawa pulang dua gelar juara 1 — perorangan dan beregu putri.

Kemenangan tersebut mengantarnya bergabung dalam Tim Garuda Bhayangkara (Garbha) Presisi Polri, tim elite Mabes Polri yang beranggotakan para atlet pilihan dari seluruh Indonesia.

“Dari Jawa Tengah, cuma tiga orang yang terpilih. Setelah seleksi, kami langsung TC di Jakarta. Latihannya pagi sampai malam, nyaris tanpa jeda,” kenangnya.

Di arena Panglima TNI Cup, Abi tampil penuh percaya diri. Ia menumbangkan atlet Malaysia di babak awal, lalu mengandaskan perlawanan wakil Meksiko di semifinal.

Di partai puncak, langkahnya harus terhenti di tangan atlet Jawa Timur, setelah duel sengit berakhir imbang 3–3.

“Karena lawan lebih dulu menendang ke kepala, dia unggul tipis lewat sistem poin. Rasanya nyesek, tapi juga bangga,” ujarnya sambil tersenyum.

Momen paling berkesan datang saat finalnya diundur demi kehadiran Panglima TNI.

“Saya satu-satunya peserta yang masih bertanding saat semua partai lain sudah selesai. Deg-degan tapi juga bangga karena ditonton langsung,” tuturnya.

Peluh dan rasa lelah seketika luruh saat bendera Merah Putih berkibar. Abi menunduk haru, menyadari perjuangannya selama ini tak sia-sia.

Ia tak lupa mengucap terima kasih pada Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyo Wibowo, yang memberi izin dan dukungan penuh selama berkompetisi.

“Bapak Kapolresta dan teman-teman di kantor luar biasa. Ada yang sampai nobar lewat streaming waktu saya tanding,” ujarnya, tersenyum bangga.

Meski kini lebih banyak bertugas di balik meja, Abi tetap menjaga disiplin latihan. “Latihan itu bukan cuma soal fisik, tapi juga mental. Bela diri mengajarkan saya untuk fokus, sabar, dan berani,” tuturnya mantap.

Bagi Abi, taekwondo bukan sekadar olahraga, tapi cermin jati diri. Ia ingin menunjukkan bahwa Polwan juga bisa berprestasi di bidang apa pun — termasuk di gelanggang internasional.

“Banyak yang mengira Polwan itu cuma di kantor atau lapangan. Padahal kita juga bisa bersinar di bidang lain. Asal mau berjuang dan percaya diri,” tegasnya.

Kini, Abi menatap mimpi baru: berlaga di kejuaraan internasional di Australia tahun 2026, mewakili Tim Garbha Presisi Polri.

“Kalau diberi kesempatan, saya ingin mempersembahkan medali emas untuk Indonesia,” ujarnya dengan nada optimistis.

Satu hal yang selalu ia pegang bahwa tugas negara tak selalu di jalan raya. Kadang, panggilan itu datang dari arena — dari keringat, tekad, dan semangat pantang menyerah.

“Ini bukan cuma kemenangan saya. Ini kemenangan bersama — untuk Polri, untuk Solo, dan untuk Indonesia,” ujar dia. (atn/bun)

 

Editor : Niko auglandy
#jakarta #atlet #polwan #taekwondo