RADARSOLO.COM - Tim basket kursi roda Indonesia langsung menggelar latihan setibanya di Thailand. Skuad Merah Putih memanfaatkan fasilitas di Center Point Hotel Terminal 21, Nakhon Ratchasima, sebagai persiapan akhir sebelum turun di ajang ASEAN Para Games 2025 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Sesi latihan perdana difokuskan pada pemulihan kebugaran seluruh atlet setelah perjalanan panjang menuju Thailand.
Tim pelatih ingin memastikan kondisi fisik para pemain berada di level optimal sebelum memasuki tahapan kompetisi.
Pelatih tim basket kursi roda Indonesia Salim Nurjadin menjelaskan, agenda latihan ke depan sudah tersusun rapi.
Tim akan mulai beradaptasi dengan lapangan sekaligus menjalani proses klasifikasi atlet.
“Sabtu kami sudah mulai latihan untuk penyesuaian lapangan dan juga proses klasifikasi, sebelum masuk ke nomor pertandingan pertama, three on three pada 19 Januari, lalu dilanjutkan nomor five on five,” ungkap Salim.
Salim menegaskan, masa persiapan panjang yang dijalani selama pemusatan latihan nasional berjalan maksimal. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk mematangkan performa tim agar tampil kompetitif di Thailand.
“Secara tim kami sudah siap. Kami akan fight di ajang ini, berusaha menampilkan yang terbaik dan mengejar target. Bismillah target kami medali perak,” tegasnya.
Optimisme serupa disampaikan oleh guard tim basket kursi roda Indonesia, Kasep Ayatullah Muhammad Al Yasir.
Dia menyebut seluruh atlet memiliki ambisi yang sama untuk mengukir prestasi di ajang regional tersebut.
“Kami benar-benar optimistis bisa dapat medali. Mudah-mudahan kami bisa naik podium, apa pun warna medalinya,” ujar Kasep.
Meski demikian, Kasep menyadari persaingan di cabang olahraga basket kursi roda tidak mudah. Negara-negara seperti Filipina, Malaysia, dan Thailand disebut memiliki kekuatan yang patut diwaspadai.
“Semua lawan kuat, apalagi Filipina, Malaysia, dan Thailand yang punya peringkat di Asia Tenggara. Tapi kami tidak mau fokus ke kekuatan lawan, kami fokus ke kekuatan tim sendiri dan strategi dari pelatih,” pungkasnya.
Sementara itu, kontingen Indonesia yang diperkuat 290 atlet langsung menggeber persiapan jelang ASEAN Para Games 2025.
Sehari setelah tiba di Thailand, para atlet Merah Putih sudah mulai menjalani sesi latihan di Nakhon Ratchasima, yang akan menjadi lokasi utama penyelenggaraan ajang tersebut.
Kontingen Indonesia tiba di Thailand dalam dua kloter melalui Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, pada Kamis (15/1/2026).
Kloter pertama mendarat pada pukul 08.15 waktu setempat, disusul kloter kedua yang tiba pada pukul 15.45.
Setibanya di Bangkok, seluruh rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Nakhon Ratchasima dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Perjalanan panjang tersebut tentu menguras energi para atlet.
Meski demikian, rasa lelah tidak menyurutkan semangat kontingen Indonesia untuk memaksimalkan persiapan.
Sejumlah cabang olahraga bahkan langsung menggelar sesi latihan ringan sebagai bagian dari proses pemulihan kebugaran dan adaptasi setelah perjalanan jauh.
Langkah cepat ini menjadi bukti keseriusan kontingen Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan ketat di ASEAN Para Games 2025. Dengan waktu yang tersisa, para atlet diharapkan dapat mencapai kondisi terbaik sebelum turun berlaga dan mengharumkan nama bangsa. (nik)