RADARSOLO.COM - Impian atlet senam ritmik Solo Vanessa Sanjeta Helmi tampil di Asian Championship Kyrgyzstan harus terkubur. Hingga detik-detik akhir kejuaraan senam level Asia tersebut, dia tidak mendapat biaya akomodasi selama pertandingan.
Panggung olahraga internasional kembali menyisakan cerita getir bagi atlet berprestasi tanah air. Vanessa Sanjeta Helmi, pesenam ritmik muda andalan Kota Solo yang baru saja memborong sederet medali emas di tingkat nasional, harus merelakan mimpinya bertanding di panggung Asia pupus begitu saja.
Bukan karena kalah jam terbang atau gagal melintasi seleksi kualitas, melainkan karena tembok tebal pembiayaan mandiri sebesar Rp 60 juta yang tak sanggup ditutup oleh klub dan keluarga.
Vanessa sejatinya memegang tiket resmi untuk mewakili Indonesia pada ajang kejuaraan bergengsi Asian Championship 2026 di Kyrgyzstan. Ajang ini merupakan tangga krusial yang mempertemukan pesenam-pesenam elite se-Asia sekaligus pintu masuk (pathway) menuju kualifikasi Asian Games. Namun, keterbatasan dana memaksanya memendam asa.
Keputusan pembatalan keberangkatan ini terasa menyayat hati mengingat rekam jejak prestasi Vanessa yang sangat mengkilap dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dia bukan nama baru di lanskap senam ritmik nasional, melainkan salah satu prospek medali paling menjanjikan yang dimiliki Jawa Tengah.
Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) menyumbang 2 medali emas dan 1 medali perak untuk Kontingen Jawa Tengah. Di Jakarta Open 2026 memborong 1 medali emas dan 1 perunggu. Selanjutnya di Kejurnas Gymnastics, Vanessa tampil dominan menghadapi pesenam-pesenam papan atas nasional.
Pelatih Solo Rhythmic Gymnastics Riri mengungkapkan, kegagalan terbang ke Kyrgyzstan akibat urusan biaya ini menjadi kerugian besar bagi pematangan mental dan pemeringkatan atlet di level internasional.
"Vanessa sebenarnya tahun ini berhak berangkat ke Asian Championship di Kyrgyzstan. Namun kami terpaksa mundur karena terkendala biaya keberangkatan mandiri yang mencapai sekitar Rp 60 juta," ujar Riri kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Kisah Shava Warangga, Sprinter Asal Kota Solo yang Menembus Kejuaraan Dunia Atletik U-20
"Harapan kami tentu ada uluran tangan dari pemerintah daerah maupun sponsor swasta. Jam terbang di Asian Championship itu sangat vital karena menjadi tangga pembuka menuju Asian Games," lanjutnya memelas.
Opsi mundur dari Kyrgyzstan tidak lantas membuat semangat Vanessa padam. Saat ini, gadis belia tersebut langsung dialihkan ke program latihan fisik intensif yang telah digembleng sejak Juni lalu di ruang latihan Solo Rhythmic Gymnastics.
Vanessa diproyeksikan menjadi pilar utama Kontingen Kota Solo pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah mendatang. Dia memimpin skuad yang terdiri dari lima atlet senam ritmik terbaik Solo.
Selain fokus mengamankan emas di tingkat provinsi, jajaran pelatih telah menyusun cetak biru (blueprint) jangka panjang untuk membidik tiket kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
"Target terdekat kami memang porprov. Namun untuk Vanessa, kami sudah memproyeksikan fisiknya agar terus matang hingga siap lolos seleksi PON 2028 nanti. Kami sangat berharap potensi emas ini tidak mati di tengah jalan hanya karena urusan operasional," ujar Riri. (hj/bun)
Editor : Niko auglandy