SMAN 5 langsung mengambil inisiatif sejak kuarter pertama. Mereka menutup 10 menit awal dengan keunggulan tipis 5-3.
Memasuki kuarter kedua, permainan SMAN 5 semakin efektif. Mereka mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan lawan untuk memperlebar keunggulan menjadi 11-6 saat halftime.
Dominasi tersebut berlanjut hingga kuarter ketiga. SMAN 5 tetap mampu menjaga jarak dengan SMAN 7 dan memasuki kuarter terakhir dengan keunggulan 14-8.
Baca Juga: Persis Solo Punya Dua Pekerjaan Rumah Sebelum Menjamu Kendal Tornado di Manahan
Di kuarter pamungkas, SMAN 5 tidak memberikan kesempatan bagi SMAN 7 untuk mengejar. Mereka akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 19-12.
Meski meraih hasil positif, tim pelatih SMAN 5 tidak ingin langsung berpuas diri. Asisten coach SMAN 5, Yoga Wahyu Pratama, menyebut masih banyak aspek permainan yang harus dibenahi.
"Mungkin game hari ini ya kita bersyukur diberi kemenangan. Tapi masih banyak evaluasi untuk ke depannya dan mungkin next game kita harus lebih baik lagi," beber Yoga kepada Jawa Pos Radar Solo, seusai laga.
Baca Juga: PNK vs SMA Warga: Duel Rival Lama di Hari Kedua DBL Central Java-South
Komunikasi antarpemain menjadi salah satu perhatian utama. Selain itu, tim pelatih juga menyoroti persoalan rebound dan sejumlah foul yang dinilai tidak perlu.
"Mungkin untuk evaluasi komunikasi masih sangat kurang. Untuk rebound, dan masih banyak foul yang nggak perlu terjadi. Buat next game kita bakal perbaiki komunikasi dari drill-drill bareng sama coach," terangnya.
Untuk sementara, SMAN 5 memilih fokus selangkah demi selangkah. Yoga tidak ingin membebani tim dengan target terlalu tinggi dan memilih mengamankan tiket playoff terlebih dahulu.
"Lolos playoff dulu," tegasnya.
Di kubu SMAN 7, kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi. Head coach SMAN 7 Surakarta, Avanova Bimo, mengakui banyaknya turnover menjadi salah satu faktor yang membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan.
"Yang pertama memang kita kalah karena turnover yang sangat banyak. Kuarter dua selesai itu SMA 5 bisa memanfaatkan situasi tersebut. Jadi poin turnover mereka dari SMA 7 memang banyak," ujar Bimo.
Tidak hanya turnover, sistem penyerangan SMAN 7 juga tidak berjalan sesuai rencana. Pola permainan yang telah disiapkan dalam latihan gagal diterapkan ketika menghadapi tekanan pertandingan.
"Pattern tidak jalan. Apa yang kita latih tidak dilakukan pemain. Terus hari ini memang harinya SMA 5. Setiap layup, shooting, mereka dapat bolanya. Sedangkan kita layup sendirian aja nggak masuk, under pass sendiri aja nggak masuk," keluhnya.
Baca Juga: PNK Mulai Perburuan Back-to-Back di DBL Solo, SMAN 1 Colomadu Jadi Tantangan Perdana
SMAN 7 tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama memikirkan kekalahan. Pada pertandingan berikutnya, mereka akan menghadapi SMA 2 Purbalingga.
Bimo memperkirakan laga tersebut bakal menghadirkan tantangan lebih berat. Materi pemain lawan dinilai memiliki pengalaman dan jam terbang yang cukup.
Kendati kalah pada pertandingan pembuka, Bimo tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan anak asuhnya. Ia menegaskan SMAN 7 memang dibangun melalui proses pengembangan pemain secara bertahap.
"Kami memang sekolah apa adanya, kami memang men-develop. Pemain dari nol pelan-pelan kita naikkan. Ke depannya kita tetap kembangkan untuk DBL tahun depan karena pemain saat ini mayoritas masih kelas 1 dan 2," pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy