Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berkunjung di tempat saudaranya, Wagimin,51, warga Gilirejo, Kecamatan Miri, tak jauh dari kawasan WKO. Wagimin merasa curiga saat saudaranya menghilang dari rumah hampir satu setengah jam. Dia pun meminta tolong kepada tetangga untuk mencari saudaranya yang datang dari jauh itu. Kemudian Wagimin bersama warga sekitar mencari korban di tepian Waduk Kedung Ombo.
Di sisi lain, warga setempat bernama Pono, 50, yang hendak perfi ke ladang menaiki perahu, melihat adanya mayat mengapung di WKO masuk wilayah Dusun Gadek RT 07, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri. Pono pun mengajak masyarakat untuk mengevakuasi korban. Setelah bernasil dievakuasi warga lantas melapor ke Polsek Miri.
“Awalnya saya mau pergi ke ladang dengan menaiki perahu, tiba tiba saya melihat ada rambut panjang mengapung di tepi waduk. Karena saya takut lantas saya mengajak warga untuk membatu mengavakuasi jenazah korban,” kata Pono.
Mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian bersama tim medis dari puskesmas mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan jenazah. Dari pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Jenazah lantas diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka.
Kaplosek Miri AKP Suyono mewakili Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama menjelaskan, setelah diadakan pemeriksaan dari tim medis secara intensif korban tidak mengalami kekerasan dari orang lain.
“Korban meninggal dunia akibat murni tenggelam tidak ada unsur penganiayaan dari orang lain, karena di sekujur tubuhnya tidak ditemukan luka apapun. Setelah itu jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga, “ terang Suyono. (din/ria) Editor : Syahaamah Fikria