Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ringankan Beban Masyarakat di Tengah Melambungnya Harga Pokok, Seperti Ini Upaya Kodim dan Polres Sragen

Ahmad Khairudin • Rabu, 6 Maret 2024 | 05:31 WIB
Warga menyerbu pasar murah yang digelar Kodim dan Polres Sragen di lokasi TMMD Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Selasa (5/3/2024)
Warga menyerbu pasar murah yang digelar Kodim dan Polres Sragen di lokasi TMMD Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Selasa (5/3/2024)

RADARSOLO.COM- Menjelang Ramadhan, tak jarang harga kebutuhan pokok melambung.

Merespons fenomena tersebut, Kodim 0725/Sragen dan Polres Sragen menggelar kegiatan pasar murah di lokasi TMMD Regional Ke-119 Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Selasa (5/3/2024).

Pasar murah dimulai pukul 08.00-16.00. Ratusan warga Desa Gedongan dan sekitarnya antusias mendatangi pasar murah untuk mendapatkan sembako dengan harga di bawah pasaran.

Tersedia 1.000 paket sembako berisi beras 5 kilogram (kg), minyak goreng 1 liter, gula 1 kg dengan harga Rp 81.000.

Dansatgas TMMD sekaligus Dandim Sragen Letkol Inf Yoga Yastinanda yang hadir bersama Kapolres Sragen AKBP Jamal Alam mengungkapkan, kegiatan pasar murah ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan.

”Menjelang bulan suci Ramadhan, harga kebutuhan pokok membumbung tinggi. Bagi masyarakat yang mampu, mungkin tidak begitu masalah,” jelas dandim.

“Namun bagi warga yang kurang mampu pasti sangat memberatkan. Sehingga kodim dan Polres Sragen sepakat menggelar pasar murah guna menyediakan kebutuhan pokok yang murah menjelang bulan puasa,” imbuhnya.

Jumirah, 58, warga Dusun Borangan, Desa Gedongan menyambut gembira digelarnya pasar murah ini.

Dia merasa terbantu oleh kegiatan pasar murah karena dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga dengan harga di bawah pasaran.

”Matur nuwun dengan adanya TMMD di desa kami sangat membantu sekali. Jalan sekarang bagus. Warga tak mampu dibuatkan rumah, yang tak punya WC dibuatkan WC, berobat gratis,” jelasnya.

“Dan sekarang ada pasar murah. Saya senang sekali. Minyak goreng biasanya saya beli Rp 15 ribu per 1 liter, ini hanya Rp 10 ribu,” lanjut Jumirah.

Jumirah berharap pasar murah bisa digelar seminggu sekali selama bulan puasa.

Suaminya yang merupakan penjual bakso dengan tiga orang anak, cukup kewalahan dalam memenuhi kebutuhan hidup saat harga kebutuhan pokok melangit. (din/adi)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#harga pokok #pasar murah #polres #Kodim Sragen