Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tujuh Museum Kolaborasi Bikin Event di Sragen, Ini yang Dipamerkan

Ahmad Khairudin • Rabu, 17 September 2025 | 02:25 WIB
Museum Jelajah 2025 yang digelar di Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Nglangon, Kecamatan Sragen, Selasa (16/9/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Museum Jelajah 2025 yang digelar di Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Nglangon, Kecamatan Sragen, Selasa (16/9/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah resmi menggelar kegiatan "Museum Jelajah 2025" di Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Nglangon, Kecamatan Sragen, Selasa (16/9/2025).

Pameran yang berkolaborasi dengan tujuh museum di Indonesia ini untuk menumbuhkan rasa cinta budaya dan sejarah pada generasi muda.

Kegiatan dilaksanakan setiap tahun dengan lokasi berganti antar kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tahun ini, Kabupaten Sragen sebagai tuan rumah.

Temanya "Jelajah Sejarah Nusantara", digelar selama dua hari mulai Selasa (16/9/2025) hingga Rabu (17/9/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sadimin menjelaskan, kegiatan ini merupakan ajang promosi dan edukasi museum.

”Saya berharap Museum Jelajah 2025 dapat menumbuhkan perhatian, apresiasi rasa bangga masyarakat dan generasi muda terhadap warisan budaya, koleksi, dan nilai sejarahnya,” ujar Sadimin.

Tujuh museum yang berpartisipasi adalah Museum Ranggawarsita (Semarang), Museum Penerangan Komunikasi dan Informatika-Komdigi (Jakarta), Museum Badan Pemeriksa Keuangan-BPK RI (Magelang).

Kemudian Museum Tosan Aji (Purworejo), Museum Tanah dan Pertanian (Bogor), serta embrio museum daerah Labda Smerti (Sragen). Setiap museum menampilkan koleksi unggulannya masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Prihantomo menjelaskan, selain pameran, acara ini juga menyajikan seminar dan talkshow bertema "Generasi Melek Budaya dengan Museum" pada hari pertama.

”Acara pendukung lainnya adalah Museum di Hatiku yang menggelar berbagai workshop, seperti simulasi ekskavasi benda cagar budaya, sketsa cagar budaya, dan pembuatan gerabah. Selain itu, ada juga pentas seni yang digelar dari pagi hingga sore hari untuk menambah kemeriahan acara,” ujar Ketua Pelaksana, Andjarwati Sri Sajekti. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #Museum Ranggawarsita #museum