RADARSOLO.COM - Kabar gembira bagi ribuan karyawan PT Djarum di Solo Raya.
Tunjangan hari raya (THR) salah satu perusahaan rokok raksasa ini cair, kemarin (11/3). Total THR yang digelontorkan mencapai Rp 147,9 miliar.
Nominal tersebut naik 13,3 persen dibandingkan THR tahun lalu.
Khusus Solo Raya yang meliputi Sragen, Sukoharjo, dan Karanganyar, PT Djarum cairkan THR Rp 9,39 miliar, yang menyasar 5.159 pekerja.
Supervisor SKT Djarum Karangmalang Sragen Heru Heriawan menjelaskan, THR tahun ini lebih spesial.
Sebab nominal yang diterima karyawan di atas upah minimum kabupaten (UMK) Sragen.
“UMK Sragen Rp 2.337.700, THR karyawan kami Rp 2.472.000. Itu untuk karyawan yang sudah bekerja minimal satu tahun. Ini komitmen perusahaan demi kemakmuran pekerja,” kata Heru.
Karyawan dengan masa kerja di bawah satu tahun, THR diberikan secara proporsional.
Selain itu, karyawan juga mendapat tambahan bonus. Berupa uang premi dan uang cuti sebelum masa libur tiba.
Di tengah kabar kesejahteraan tersebut, PT Djarum rupanya masih "haus" tenaga kerja.
Saat ini, perusahaan tengah memburu 1.600 tenaga kerja baru untuk mengisi posisi di berbagai unit SKT (Sigaret Kretek Tangan) di Solo Raya.
Uniknya, syarat yang dipatok sangat inklusif. Perusahaan membuka pintu bagi masyarakat dengan kualifikasi pendidikan minimal SD, bahkan tanpa ijazah sekalipun.
Batas usia yang ditetapkan adalah maksimal 35 tahun untuk pria dan 45 tahun untuk wanita, dengan usia minimal 18 tahun.
"Kami butuh total 2.200 orang, saat ini baru terisi sekitar 600-an. Jadi masih kurang 1.600 orang lagi," tambah Heru.
Meski peminat setiap harinya membeludak, Heru tidak menampik adanya tantangan klasik terkait loyalitas pekerja baru.
Banyak pekerja muda yang seringkali tidak betah atau resign, karena ingin hasil yang instan.
Padahal, PT Djarum sudah menyiapkan berbagai fasilitas menggiurkan, mulai dari BPJS Kesehatan gratis, beasiswa prestasi bagi anak karyawan, hingga pelatihan satu bulan dengan uang saku harian.
"Selama pelatihan satu bulan, mereka sudah dapat insentif Rp 50.000 per hari meskipun belum bisa menghasilkan rokok. Jadi pulang tidak tangan kosong," bebernya.
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan langsung dengan mendatangi unit kerja terkait, seperti SKT Tlogotirto dan Karangmalang di Sragen, SKT Parangjoro di Sukoharjo, atau SKT Wonorejo di Karanganyar.
Sementara itu Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Tika Ratnasari, salah satu buruh linting asal Plumbungan yang sudah bekerja selama 1,5 tahun.
Ibu dua anak ini mengaku sangat terbantu dengan cairnya THR yang nominalnya cukup memuaskan tersebut.
"Sangat senang sekali, bisa membantu ekonomi keluarga menjelang Lebaran. Rencananya uang ini untuk beli baju baru anak-anak dan persiapan tradisi munjung (memberi hantaran makanan)," ujar Tika penuh syukur. (din/fer)
Editor : fery ardi susanto