RADARSOLO.COM – Gejolak harga minyak dunia mulai memukul proyek infrastruktur di daerah. Di Sragen, lelang pengerjaan jalan sempat mandeg akibat lonjakan harga material yang tidak terkendali. Paling mencolok yakni aspal yang melonjak hingga 40 persen dari harga normal.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen mencatat, ada 26 titik pengerjaan jalan yang sedianya masuk meja tender. Total anggaran mencapai Rp 80 miliar.
Namun, meroketnya harga aspal memaksa seluruh dokumen perencanaan dihitung ulang sejak awal Mei.
Baca Juga: Wow! Kebun Stroberi di Desa Gondosuli Tawangmangu Bakal Diperluas hingga 10 Hektare
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU Sragen Aribowo Sulistyono membenarkan molornya sejumlah proyek jalan.
Ia mengaku baru menerima kabar kenaikan harga aspal dari Pertamina per 4 Mei. Ironisnya, kondisi diperparah dengan kenaikan harga material lain seperti beton, tak lama berselang.
“"Karena ada kenaikan harga, kami harus melakukan penyesuaian. Kami usulkan perubahan indeks bupati. Alhamdulillah sudah ditandatangani,” ujar Aribowo, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga: Seorang Istri Nekat Sembunyikan "Paket Komplit" Narkoba di Balik Pembalut saat Besuk di Lapas Sragen
Meski regulasi lokal sudah mengantongi lampu hijau, DPU belum bisa menggelar lelang. Saat ini, berkas penyesuaian tersebut masih harus melewati tahapan harmonisasi di tingkat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Mengejar tenggat waktu, DPU tetap mencicil penyiapan berkas sembari menunggu proses harmonisasi rampung. Namun, dampak dari pembengkakan harga material ini dipastikan bakal merugikan volume proyek.
Padahal, plafon anggaran yang dikucurkan Pemkab Sragen tidak mengalami penambahan alias tetap di angka Rp 80 miliar. Otomatis, panjang jalan yang akan diperbaiki di tiap titik harus dipangkas.
Baca Juga: Gudang Kayu untuk Produksi Rambak Kulit di Jumantono Karanganyar Terbakar
“Anggarannya tetap. Artinya, volume pengerjaan yang dikurangi. Kami kurangi panjangnya. Semula ditargetkan tuntas, terpaksa menjadi tidak tuntas,” imbuh Aribowo blak-blakan.
Aribowo menargetkan, dokumen final penyesuaian harga diserahkan ke bagian pengadaan pada akhir bulan ini.
Jika proses tender berjalan mulus pasca-harmonisasi provinsi, pengerjaan fisik di 26 titik jalan di Bumi Sukowati diperkirakan baru bisa dimulai awal Juli. (din/fer)
Editor : Adi Pras