RADARSOLO.COM – Masyarakat sekitar Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen sempat dihebohkan dengan kabar stok beras bansos untuk keluarga miskin rusak digerogoti tikus. Beras tersebut tersimpan di Kelurahan Sragen Kulon.
Informasi yang berantai di tengah masyarakat itu mengklaim sejumlah sak beras berukuran 10 kilogram (kg) tak layak konsumsi gara-gara ulah binatang pengerat.
Terkait hal itu, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sragen Kulon, Yuni Kusumawati langsung pasang badan.
Pihaknya membantah narasi negatif tersebut dan memastikan kondisi logistik bansos di wilayahnya dalam kondisi aman.
Baca Juga: DPRD Sragen Beri Sorotan, Muluskan Akses Menteri Bahlil ketimbang Jalan Penghubung Kecamatan
”Terkait hal itu sudah positif jelas. Sebanyak 125 sak beras yang hari ini masih ada di gudang, ya wajar toh, itu tidak diodos-odos (dirusak, red) tikus. Itu karena barang reject, artinya nanti tetap harus diganti,” ujar Yuni saat dikonfirmasi Rabu (3/6/2026).
Yuni membeberkan, dari total logistik yang masuk ke kelurahan, memang sempat ditemukan delapan sak beras dan 10 kemasan minyak goreng yang mengalami kerusakan.
Namun, alih-alih dibiarkan, pihak kelurahan bergerak cepat dengan langsung membuat berita acara pengembalian ke Perum Bulog.
Baca Juga: Distribusi Kendaraan Operasional KDKMP di Karanganyar Dikebut, Total Sudah 88 Truk Diserahkan
”Saya sudah tanda tangan (berita acara) itu. Barang langsung dikembalikan ke Bulog dan pihak Bulog juga sudah menggantinya dengan yang baru. Barang pengganti pun sudah datang dan langsung tersalurkan ke masyarakat,” jelasnya.
Lantas, dengan sisa 125 sak beras yang saat ini masih tersimpan di gudang kelurahan, Yuni meluruskan dari ratusan sak tersebut, hanya ada tiga sak yang mengalami kerusakan minor. Itu pun bukan karena diserang hama tikus, melainkan murni faktor teknis.
”Hanya ada tiga yang kondisinya rusak. Rusaknya itu pada bagian jahitan yang dedel (terlepas) di depan. Itu sesuatu yang wajar karena proses diturunkan dan diangkut dari truk. Kemarin ada tiga truk yang datang, jadi bisa karena faktor teknis tenaga angkut di lapangan. Poin pentingnya, semua tetap mendapatkan ganti yang baru dari Bulog,” imbuhnya.
Baca Juga: DPRD Sragen Sebut Ada Dilema Pengisian 349 Kursi Perangkat Desa yang Kosong
Yuni meminta masyarakat, khususnya warga Kelurahan Sragen Kulon, untuk tidak cemas. Ia menjamin sisa beras di gudang akan tetap disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang benar-benar berhak dan masuk dalam basis data kemiskinan. Proses penyaluran pun dipastikan melawati filter yang ketat agar tidak salah sasaran.
Setiap warga penerima wajib membawa surat pengantar dari RT/RW, melampirkan Kartu Keluarga (KK) serta KTP. Petugas kelurahan juga akan mencocokkan data desil kemiskinan desil 1 hingga 4.
”Bantuan sosial itu notabene diperuntukkan bagi mereka yang masuk KK miskin. Jadi mohon maaf, tidak perlu membuat stereotip di luar. Tetap harus konfirmasi kepada yang betul-betul tahu kondisi di lapangan. Jangan sampai digoreng-goreng,” cetus Yuni.
Yuni juga menyampaikan masa tugasnya sebagai Plt Lurah Sragen Kulon kini telah resmi berakhir sesuai dengan surat keputusan (SK) yang berlaku. Namun belum ada pejabat yang mengisi plt/definitif lurah Sragen Kulon. (din/adi)
Editor : Adi Pras