RADARSOLO.COM – Sekolah rakyat Sragen di Kecamatan Mondokan, Sragen diklaim siap digunakan siswa angkatan pertama pada tahun ajaran baru, Juli 2026. Hingga kini progress pembangunannya mencapai 44 persen.
Hal itu disampaikan Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) saat peninjauan ke lokasi, Selasa (16/6/2026).
Tenaga Ahli Utama KSP Armindo Dos Santos Soares mengatakan, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara laporan progres pembangunan yang diterima pemerintah pusat dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
”Setelah kami lihat, progres pembangunan sesuai dengan laporan yang kami terima dan teman-teman di lapangan optimistis sekolah rakyat ini dapat digunakan pada 13 Juli mendatang,” kata Armindo.
Baca Juga: 12 SPPG di Sragen Disegel BGN, Langgar LSD hingga Administrasi
Ia menjelaskan, progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai sekitar 43,7 persen. Sesuai target kontrak, pekerjaan dituntaskan pada 20 Juni 2026.
Sementara proses penyelesaian dan penataan seluruh fasilitas ditargetkan rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Menurut Armindo, sekolah rakyat merupakan salah satu program strategis nasional yang menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Hilang saat Berburu Biawak, Pelajar asal Solo Ditemukan Linglung di Jaten Karanganyar
Program tersebut ditujukan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan terendah.
”Presiden berharap Sekolah Rakyat ini bisa menjadi sarana bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan terbaik yang disiapkan negara,” ujarnya.
Secara nasional, saat ini terdapat 93 titik sekolah rakyat yang sedang dibangun di berbagai daerah. Khusus di Sragen, pembangunan sekolah tersebut menelan anggaran sekitar Rp 222 miliar dari total nilai proyek nasional sebesar Rp 1,3 triliun.
Baca Juga: Dilema Sekolah Rakyat Sragen: Proyek Sudah 80 persen, Kursi SD Baru Terisi Lima Siswa
Kompleks sekolah rakyat Sragen dibangun dengan fasilitas yang cukup lengkap. Terdapat 23 gedung utama yang meliputi ruang belajar jenjang SD, SMP, dan SMA, masjid, delapan asrama siswa, rumah susun guru, dapur umum, kantin, gedung serbaguna, ruang utilitas, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan, hasil pengecekan menunjukkan kesesuaian antara laporan progres pekerjaan dengan kondisi riil di lapangan.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada Kantor Staf Presiden yang melakukan verifikasi langsung atas capaian pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen. Alhamdulillah antara data yang disampaikan dengan kondisi lapangan itu klop. Progresnya sangat bagus dan insyaallah ketika tahun ajaran baru dimulai sudah bisa digunakan,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, sekolah rakyat Sragen nantinya memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
”Harapan kami masyarakat Kabupaten Sragen bisa memanfaatkan Sekolah Rakyat ini sebaik-baiknya. Masyarakat yang tidak mampu bisa menikmati pendidikan terbaik di negaranya, yang nantinya dapat mentransformasikan kehidupan keluarganya ke arah yang lebih baik,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras