RADARSOLO.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membuat kejutan di Sragen. Tanpa ada pemberitahuan resmi maupun iring-iringan seremonial, Dody melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi proyek pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Mondokan, Sragen, Selasa (16/6/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Kementerian PU ini terbilang senyap karena sama sekali tidak didampingi oleh pejabat daerah maupun bupati Sragen.
Langkah "gerilya" ini sengaja diambil Dody untuk melihat kondisi riil di lapangan tanpa polesan keprotokolan.
”Saya memang sengaja mencari titik-titik yang belum selesai di mana. Supaya kita bisa langsung berdiskusi di lokasi, mencari tahu masalahnya apa, dan segera menemukan solusinya,” tegas Dody saat memantau salah satu sudut bangunan.
Baca Juga: Juli, Sekolah Rakyat di Mondokan Sragen Mulai Dibuka untuk Tahun Ajaran Baru
Hasilnya, Dody mendapati proyek yang sedang berjalan tidak dalam kekuatan penuh. Penyebab utamanya adalah faktor budaya lokal yakni bulan Suro.
Di tanah Jawa, momentum pergantian tahun Jawa atau Suroan merupakan hari libur besar yang sangat sakral bagi sebagian para pekerja kasar.
Akibatnya, banyak pekerja yang memilih pulang dan absen dari area proyek. Kondisi tersebut membuat jumlah tenaga kerja harian merosot tajam.
Baca Juga: Hilang saat Berburu Biawak, Pelajar asal Solo Ditemukan Linglung di Jaten Karanganyar
Dari kuota normal yang biasanya menyentuh angka 900-an orang, saat sidak berlangsung hanya tersisa 679 pekerja di lokasi. Artinya proyek kehilangan sekitar 20 persen kekuatan utamanya.
”Di mana-mana masalahnya sama, tenaga kerja. Kebetulan ini pas liburan Suro, Selasa Suro kan. Ini kan kita masih di tahun Jawa, jadi Suro merupakan hari libur besar kalau di tanah Jawa,” ungkap Dody.
Meski dihantam "libur Suro", Dody mencatat progres fisik Sekolah Rakyat di Sragen sebenarnya masih cukup menjanjikan.
Baca Juga: Dilema Sekolah Rakyat Sragen: Proyek Sudah 80 persen, Kursi SD Baru Terisi Lima Siswa
Jika rata-rata progres nasional berada di angka 79,31 persen, capaian Sragen justru melompat di angka 87 persen dan masuk dalam jajaran salah satu yang terbaik di Indonesia. Namun, menteri PU tidak mau cepat puas karena target penyelesaian tinggal menghitung hari.
Untuk menutup defisit pekerja pasca-Suro, Dody langsung menginstruksikan pihak penyedia jasa untuk melakukan penambahan tenaga kerja secara masif hingga menyentuh angka 1.100 sampai 1.200 orang.
Dody memprediksi dalam satu dua hari ke depan, gelombang pekerja akan kembali mengalir mengingat Solo Raya, termasuk Sragen merupakan lumbung utama tenaga kerja konstruksi.
Tidak ada waktu untuk bersantai. Agar target fungsional gedung sekolah tidak meleset dari akhir Juni, Kementerian PU mewajibkan proyek dipecut tanpa henti dengan sistem kerja lembur penuh atau shift 24 jam.
”Target kami akhir Juni semuanya sudah harus fungsional. Walaupun mungkin ada beberapa titik yang belum selesai 100 persen, yang penting sudah bisa digunakan. Jadi begitu masuk tahun ajaran baru di bulan Juli, adik-adik kita sudah bisa langsung menempati gedung sekolah yang baru," tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras