Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

Alihkan Balap Liar dan Vandalisme, Pegiat Seni Sragen Gelar Kompetisi Mural

Ahmad Khairudin • Minggu, 5 Juli 2026 | 18:14 WIB

 

Salah satu peserta kompetisi mural di Taman Tiara Sachari Beloran, Kecamatan Sragen, Minggu (5/7/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu peserta kompetisi mural di Taman Tiara Sachari Beloran, Kecamatan Sragen, Minggu (5/7/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Sekelompok pegiat seni lokal di Sragen menggelar ajang nasional bertajuk Sinergi Sukowati: Mural Competition di Taman Tiara Sachari Beloran, Kecamatan Sragen, Sabtu (4/7/2026) dan Minggu (5/7/2026).

Perhelatan yang awalnya diproyeksikan untuk skala regional Solo Raya (Karesidenan) ini justru meledak. Puluhan seniman dari berbagai penjuru Pulau Jawa hadir.

Konseptor Acara, Agung Arfianto mengungkapkan, gerakan ini murni lahir dari keresahan akar rumput. Komunitas seniman di Sragen yang selama ini berjalan dalam kelompok-kelompok kecil, merasa minim wadah dan ruang berekspresi.

Baca Juga: Muscab Partai Demokrat Karanganyar Memanas: Petahana Mundur, Muncul Sosok Potensial

”Kami berdiri mandiri, merangkak dari bawah. Kekuatan kami murni dari sponsor dan kerja keras teman-teman komunitas. Sama sekali tidak masuk agenda pemkab,” tegas Agung, kemarin (5/7).

Selain ruang silaturahmi lintas generasi, kompetisi ini juga didesain sebagai jawaban atas problem sosial anak muda di Sragen.

Menurut pihak panitia, pemetaan wilayah (mapping) Sragen menunjukkan tingginya angka aksi vandalisme.

Baca Juga: Donasi Rp 901 Juta Warga Sragen Berwujud Tiga Balai Rakyat di Aceh Tamiang

Selain itu, marak aksi balap liar yang kerap menjaring remaja Gen Z dalam beberapa bulan terakhir.

”Kami miris melihat anak-anak motor ditangkap polisi karena balap liar. Selain itu ada aksi corat coret yang tidak terarah. Lewat medium musik, tari, dan mural ini, kami ingin menampung energi berlebih mereka ke ruang yang positif dan aplikatif," papar Agung.

Kompetisi ini memanfaatkan media tripleks berukuran 1,20 - 2,40 meter. Sebanyak 24 peserta dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Wonosobo, Semarang, Salatiga, Brebes, hingga Magelang, adu kreativitas.

Baca Juga: Ringin Kembar Sewurejo, Penunjuk Jalan Gerilyawan Karanganyar di Masa Agresi Militer Belanda

Mereka memperebutkan total hadiah uang tunai Rp 7,5 juta beserta sejumlah merchandise eksklusif. Untuk urusan tempat, panitia memanfaatkan  lahan milik PT Perkebunan Nusantara IX.

Kemandirian ini pun menuai apresiasi tinggi dari para peserta luar daerah. Yoyok, salah satu pencinta mural asal Magelang, mengaku salut dengan nyali dan militansi para panitia lokal.

”Saya simpati atas bentuk apresiasi yang digagas mandiri oleh teman-teman Sragen ini. Mulai dari konsep, prepare, hingga pengadaan dana dilakukan sendiri. Luar biasa,” kata Yoyok.

Baca Juga: 26 SMPN di Sragen Kekurangan Pendaftar, Disdikbud Beberkan Penyebabnya

Dia juga menambahkan bahwa konsep outdoor di ruang terbuka hijau seperti ini jauh lebih bermakna ketimbang pameran formal di dalam Gedung.

”Mural di alam terbuka seperti ini sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa membuat keindahan itu penting, tapi merawatnya jauh lebih penting,” ujar dia. (din/adi)

 

Editor : Adi Pras
#taman tiara sachari #Vandalisme #sragen #mural #balap liar