RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memastikan program bantuan seragam sekolah gratis tetap bergulir pada tahun ajaran baru ini.
Tak tanggung-tanggung, total anggaran Rp 4,16 miliar telah digelontorkan. Pemkab Sragen bakal membagikan seragam siap pakai.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen saat ini tengah mengebut validasi data riil penerima manfaat.
Proses pendataan ukuran baju dari masing-masing siswa diintensifkan guna menghindari salah ukuran atau baju kekecilan saat didistribusikan nanti.
Baca Juga: Komisi I DPRD Sragen Fasilitasi Audiensi Konflik Aturan Nikah Satu Kantor di BUMD
Sekretaris Disdikbud Kabupaten Sragen Sukisno mengungkapkan, pengumpulan data ukuran ini menjadi tahapan paling krusial.
Terlebih, dinamika pendaftaran siswa baru tingkat SD biasanya masih fluktuatif hingga pekan kedua masuk sekolah.
”Untuk SMP Insya Allah datanya sudah mantap (fix). Sedangkan untuk SD memang biasanya masih ada tambahan atau susulan di minggu-minggu awal. Proses pengumpulan ukuran seragam dari tiap sekolah saat ini sedang kita lakukan agar datanya rigid,” ujar Sukisno, Senin (13/7/2026).
Baca Juga: Longsor Putus Akses Jalan di Jatiyoso Karanganyar, Satu Dusun Terisolasi
Berdasarkan data yang dihimpun dari Disdikbud Sragen, rincian alokasi anggaran dan sasaran program ini meliput tingkat SD sebesar Rp 2,67 miliar untuk menyasar 16.200 siswa. Sedangkan SMP sebesar Rp 1,49 miliar untuk menyasar 9.069 siswa.
”Kalau kita berikan kain bahan mentah, itu justru berpotensi membebani orang tua karena mereka harus keluar biaya lagi untuk menjahitkannya. Bahkan terkadang biaya jahit bisa lebih mahal daripada harga kainnya,” cetus Sukisno.
Untuk itu, pemkab memutuskan memberikan pakaian jadi dengan ukuran standar SNI. Mulai dari ukuran terkecil S, M, L, XL, hingga ukuran khusus luar besar (oversize).
Baca Juga: Ambil Pesanan Sabu, Oknum Kadus di Wonolopo Tasikmadu Dicokok Polres Karanganyar
Jenis seragam gratis ini difokuskan pada seragam nasional wajib, yakni merah-putih untuk SD dan biru-putih untuk SMP, lengkap dengan penyesuaian model jilbab bagi siswi muslimah.
Terkait mekanisme pengadaan, Disdikbud Sragen kini sedang merampungkan proses administrasi internal sebelum dilempar ke sistem e-katalog melalui metode mini kompetisi, bekerja sama dengan bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
Karena proses birokrasi dan produksi pakaian jadi membutuhkan waktu, seragam gratis ini dipastikan belum bisa langsung dipakai saat masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang sudah dimulai pekan ini.
Baca Juga: Ironi Kemiskinan Ekstrem di Sragen: Rumah Lapuk di Mondokan Mendadak Ambruk
”Anggaran pemerintah tentu membutuhkan proses administrasi yang lumayan panjang dan tidak bisa instan. Jika siswa baru belum mampu membeli seragam sendiri di awal sekolah, silakan memakai baju yang ada terlebih dahulu (baju sekolah dasar sebelumnya atau baju bebas pantas). Proses ini harus kita lalui demi akuntabilitas, dan kami berusaha menyelesaikannya secepat mungkin,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras