RADARSOLO.COM – Wajah baru kekuatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mulai dipersiapkan secara matang.
Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) diproyeksikan bakal menjadi tulang punggung sekaligus kekuatan besar pertahanan negara di masa depan.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin saat melaksanakan kunjungan kerja di wilayah teritorial Kodim 0725/Sragen, Jumat (17/7/2026).
Kunjungan ini berfokus pada peninjauan kesiapan Yonif TP 451/Satria Mangkubumi (SM) guna memastikan progres pembangunan satuan berjalan sesuai rencana target operasional.
Baca Juga: Bakal Dibangun Batalyon TP di Kerjo, Pemkab Karanganyar Perkuat Dukungan Infrastruktur dan Lahan
Dalam arahannya di hadapan sekitar 400 prajurit Yon TP 451/SM, Mayjen TNI Achiruddin memaparkan peta jalan besar pemerintah.
Sepanjang periode 2024 hingga 2029, Pemerintah Indonesia menargetkan pembentukan 750 Batalyon TP di seluruh penjuru tanah air.
”Satu batalyon itu kekuatannya 1.100 personel. Jika dikalikan 750 batalyon, artinya akan ada tambahan sekitar 800.000 prajurit Yon TP yang tersebar di Indonesia,” urai Pangdam.
Dengan komposisi saat ini di mana jumlah personel TNI AD berkisar di angka 350.000, maka kehadiran Yonif TP akan mendongkrak total kekuatan Angkatan Darat hingga menembus angka 1 juta prajurit.
”Di sinilah mengapa saya katakan Yon TP akan menjadi tulang punggung Angkatan Darat. Struktur kita nanti didominasi oleh prajurit Yon TP,” imbuhnya.
Mengingat urgensi strategis tersebut, pangdam meminta seluruh prajurit memupuk rasa bangga dan menjaga motivasi tinggi.
Baca Juga: Nestapa SDN 4 Seloromo di Karanganyar: Tak Dapat Murid Baru, Kini Tersisa 14 Siswa
Ia menyadari saat ini prajurit masih menempati Marshaling Area karena fasilitas satuan masih dalam proses pembangunan.
Namun, ia meyakinkan bahwa fasilitas yang sedang disiapkan justru akan jauh lebih representatif karena menjadi skala prioritas pemerintah.
”Jangan ada yang menyesal atau dongkol. Ini tahap awal, satuan Anda sedang dibentuk. Nanti kalau sudah jadi, fasilitasnya akan lebih bagus dari satuan-satuan yang ada sekarang,” tegasnya.
Meski mengusung nama "Teritorial Pembangunan", Pangdam mengingatkan fungsi dasar militer satuan ini tetaplah bertempur.
Baca Juga: Polres Sragen Kerahkan Personel Bhabinkamtibmas Eliminasi TB Paru
Yonif TP 451/SM dirancang sebagai batalyon tempur infanteri yang siap diterjunkan ke medan operasi kapan saja.
”Batalyon TP adalah Batalyon Tempur Infanteri yang disiapkan untuk tugas operasi. Harus siap berangkat tahun depan. Begitu saya perintahkan Yonif 451/Satria Mangkubumi berangkat, Anda semua harus siap," cetus jenderal bintang dua tersebut.
Di akhir arahannya, Pangdam menekankan pentingnya menjaga moril, kedisiplinan, serta menghindari segala bentuk pelanggaran demi menjaga reputasi baik satuan dan nama besar TNI.
Baca Juga: Tunggakan Pajak Kendaraan di Karanganyar Tembus Rp 33,6 Miliar
Sebelum membakar semangat para prajurit, Pangdam beserta rombongan pejabat utama ekskutif Kodam IV/Diponegoro melakukan inspeksi fisik.
Peninjauan diawali dari Marshaling Area di Eks Pabrik Karet Kedawung PTPN I Regional 3 Batu Jamus, Karanganyar, dilanjutkan ke Mako Yonif 451/SM di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen.
Di dua lokasi tersebut, Pangdam mengevaluasi kesiapan sarana-prasarana guna memastikan pembinaan prajurit berjalan optimal. (din/adi)
Editor : Adi Pras