Dugaan Keracunan MBG di SDN 4 Sragen, Sejumlah Siswa Mual dan Muntah

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:54 WIB

 

SPPG Jetis Sragen Kulon melayani 1.600 lebih porsi di tujuh sekolah. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
SPPG Jetis Sragen Kulon melayani 1.600 lebih porsi di tujuh sekolah. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) mencuat di SDN 4 Sragen. Sejumlah siswa dikabarkan mual hingga muntah, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan penelusuran, tidak semua siswa yang terdampak. Namun diperkirakan ada enam anak di kelas 3 mengalami gejala keracunan. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah saat jam istirahat pelajaran.

Kabarnya kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB, usai para siswa mengonsumsi MBG. Isinya roti, telur, pisang, dan susu.

Baca Juga: Remaja di Sidoharjo Sragen Hobi Curi Pakaian Dalam Wanita, Ternyata Ini Alasannya

Saat ada anak yang muntah, pihak sekolah segera melakukan penanganan awal di lokasi dengan memberikan pertolongan pertama sederhana, seperti mengoleskan minyak kayu putih.

Meski mengalami muntah kini siswa sudah berangsur membaik dan stabil setelah beristirahat di rumah.

Terkait kejadian itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen melalui Seksi Surveilans Tri Rarharno menyebutkan, laporan awal ada enam anak yang dilaporkan mengalami gejala.

Namun setelah dilakukan investigasi lapangan yang mendalam, hanya tiga anak yang terbukti sempat mengalami keluhan.

Baca Juga: Dinsos Karanganyar Banjir Keluhan Perubahan Status Desil

Ironisnya, dari tiga anak itu, hanya satu yang murni muntah, sementara dua anak lainnya ikut muntah sekadar karena panik melihat temannya.

Tiga anak sisanya masih dalam pemantauan. Saat ini, seluruh anak yang sempat mengalami keluhan tersebut dilaporkan tidak ada keluhan lanjutan.

”Kami akan mengambil sampel makanan dan sampel air untuk diuji laboratorium guna memastikan penyebab pasti,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Jika hasil klarifikasi lapangan pada anak anak tersebut terbukti memang mengalami gejala muntah akibat makanan, maka pengambilan sampel makanan/air serta pemeriksaan laboratorium akan dilanjutkan secara menyeluruh.

Baca Juga: Nekat Berenang di Sungai, Pekerja Migran asal Sragen Tenggelam di Jepang

”Langkah prioritas utama saat ini adalah mengamankan sampel makanan agar tidak rusak demi kepentingan pemeriksaan lab,” terangnya.

Menanggapi kegaduhan ini, Kepala SPPG Jetis Sragen Kulon, Ebenezer Simatupang langsung bergerak cepat mengecek langsung ke SDN 4 Sragen.

”Setelah kami lakukan investigasi tadi di SD Negeri 4, tidak ada laporan keracunan atau keluhan tentang menu MBG kami hari ini,” tegas Eben.

Ia memastikan setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, wali murid, hingga para siswa yang mengonsumsi menu hari ini yang terdiri dari sandwich (roti sebagai karbohidrat, telur, tomat, mentimun), susu, dan buah pisang, tidak ditemukan adanya masalah kesehatan maupun indikasi keracunan.

Baca Juga: MBG Tak Layak Konsumsi, DPRD Karanganyar Desak SOP SPPG Diperketat

Pihaknya melayani total 1.600 lebih porsi di tujuh sekolah. Eben juga menyayangkan beredarnya informasi yang belum terverifikasi tersebut.

Terlebih lagi, akun pengunggah postingan kini telah menghapus unggahannya tanpa diketahui motif dan validitas datanya.

Kendati demikian, pihak SPPG tetap menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat meresahkan publik. (din/adi)

Editor : Adi Pras
SPPG Mbg sragen keracunan dinkes sragen