Pohon di Jalan Sukowati Sragen Dibabat Demi Glowingisasi

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:54 WIB

 

Kondisi pohon di Jalan Raya Sukowati Kota Sragen usai ditebang untuk keperluan penataan trotoar, Rabu (26/8/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kondisi pohon di Jalan Raya Sukowati Kota Sragen usai ditebang untuk keperluan penataan trotoar, Rabu (26/8/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Proyek penataan pedestrian dan drainase di sepanjang Jalan Sukowati Sragen yang mengusung konsep glowingisasi Sragen menuai polemik.

Langkah Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Sragen yang memangkas habis vegetasi pohon demi memperluas pandangan kota mendapat sorotan tajam dari kalangan DPRD dan warga setempat.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sragen Joko Supriyanto menyayangkan penebangan pohon-pohon besar dan rindang tersebut.

Baca Juga: Pencuri yang Ditangkap Babinsa di Sragen Ternyata Berstatus PPPK Paruh Waktu

Menurutnya, memperindah wajah perkotaan tidak harus mengorbankan ruang hijau yang berfungsi sebagai penopang emisi dan peneduh kota.

”Pohon yang ada itu sudah besar-besar dan rindang. Kalau ditebangi menjadikan kota panas di siang hari. Kalau penanaman kembali tidak bisa langsung besar,” ujar Joko, Rabu (26/8/2026).

Dia juga mencontohkan penataan kawasan Malioboro di Jogjakarta yang tetap bisa tampil estetis tanpa harus menghilangkan vegetasi pohon.

Baca Juga: Pria Asal Klaten Meninggal di Dalam ATM, Ini Hasil Penyelidikan Polres Karanganyar

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Disperkimtaru Sragen Aris Wahyudi membeberkan alasan teknis di balik kebijakan tersebut.

Proyek strategis daerah dengan pagu anggaran Rp 9,5 miliar (kontrak fisik Rp8,7 miliar) ini dikerjakan sepanjang 950 meter dari barat alun-alun (depan Atrium) hingga perempatan Poltas. Ditargetkan rampung pada 25 Desember mendatang.

Aris berdalih, pembukaan vegetasi pohon dilakukan agar kawasan Jalan Raya Sukowati terlihat lebih luas dan terang benderang pada malam hari, sejalan dengan visi Bupati Sragen.

Baca Juga: Warga Krisis Air Bersih, Komunitas Cah Sragen Anak Rantau Kirim Lima Tangki Air ke Tiga Desa

”Kalau pohon kita pertahankan, otomatis di situ akan kelihatan lebih sempit. Tetapi manakala kita buka, pasti pandangan itu akan lebih enak,” jelas Aris.

Ia tak menampik jika keputusan ini membawa konsekuensi berupa suhu udara yang lebih panas pada siang hari.

Namun, pertimbangan lain seperti aksesibilitas bagi para pelaku bisnis di sepanjang jalur perdagangan yang padat turut menjadi faktor penentu.

Baca Juga: Ikadin Karanganyar Soroti Kekerasan Seksual, Pers Diingatkan Tak Lakukan Revictimization

Di sisi lain, proyek penataan ini tidak hanya berfokus pada trotoar dan drainase (gorong-gorong), tetapi juga penyediaan ducting (jalur bawah tanah) berukuran pipa 6 inci sebanyak dua jalur untuk persiapan penurunan kabel listrik dan telekomunikasi.

Selain itu, ketinggian pedestrian diturunkan dari 30 sentimeter menjadi 10 sentimeter agar lebih ramah disabilitas dan pejalan kaki, lengkap dengan fasilitas kursi taman, lampu penerangan, serta tempat sampah.

Disperkimtaru menegaskan fungsi utama pedestrian akan dijaga ketat dan steril dari aktivitas berjualan, meski kantong-kantong parkir baru telah disiapkan di sejumlah titik seperti di timur eks-kantor pemda dan eks-Batik Sukowati guna mendukung kelancaran kawasan bisnis tersebut. (din/adi)

Editor : Adi Pras
glowingisasi Sragen jalan sukowati Disperkimtaru Sragen sragen DPRD Sragen