Laka KA Majapahit Vs Pikap di Kalijambe Sragen, Sopir Diduga Kurang Konsentrasi

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:17 WIB

 

Kondisi mobil pikap yang tertabrak KA Majapahit di perlintasan tanpa palang pintu Kalijambe, Sragen, Senin (7/9/2026) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kondisi mobil pikap yang tertabrak KA Majapahit di perlintasan tanpa palang pintu Kalijambe, Sragen, Senin (7/9/2026) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Tabir penyebab pasti insiden mengerikan tertempernya mobil pikap oleh Kereta Api (KA) Majapahit 245B di perlintasan tanpa palang pintu Kalijambe, Sragen, Senin (7/9/2026) malam lalu, akhirnya terkuak.

Polsek Kalijambe membeberkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta kronologi kecelakaan yang nyaris merenggut dua nyawa warga Sragen tersebut.

Kapolsek Kalijambe AKP Joko Margo Utomo mengungkapkan, penyebab utama kecelakaan yang terjadi di Dukuh Sentulan RT 02/RW 01, Kelurahan Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, sebelah barat Perempatan Kalijambe ini diduga kuat akibat kelalaian dan kurangnya konsentrasi pengemudi saat menyeberangi rel perlintasan tanpa pintu perlintasan.

Baca Juga: Mobil Mogok Diterjang KA Majapahit, Dua Warga Sragen Selamat

Bermula ketika Daihatsu Grandmax pikap warna hitam bernomor polisi AD 8191 SM melaju dari arah timur menuju ke barat.

Mobil tersebut dikemudikan oleh Muktiyanto, warga Duyungan RT 11/RW 03, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo dengan membawa seorang penumpang wanita, Sriyatun warga Dukuh Gaten RT 05, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe.

Pada saat bersamaan, dari arah selatan menuju utara, meluncur KA Majapahit 245B dengan Nomor Lokomotif CC2039809 yang diawaki Masinis Putro Aji W bersama Asisten Masinis Andrian Luki.

Baca Juga: Kantor BMT Dinar Mulia Karanganyar Digeledah Polisi, terkait Dana Nasabah Raib

Menjelang tiba di garis perlintasan tanpa pintu, dugaan kurangnya konsentrasi membuat pengemudi Grandmax tak menyadari bahaya besar yang sedang membayangi.

Ketika menyadari jarak lokomotif sudah terlampau dekat dan kendaraan tak mampu dipicu keluar dari jalur rel, kepanikan luar biasa melanda cabin pikap.

Pengemudi tidak dapat menguasai laju kendaraan. Beruntung, insting bertahan hidup bekerja cepat.

Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Usul Sediakan Klinik Khusus

Muktiyanto dan Sriyatun nekat membuang diri dan melompat keluar dari kendaraan tepat sebelum benturan mematikan meremukkan mobil pikap.

”Menjelang tiba di TKP, pengemudi diduga kurang konsentrasi pada saat menyeberangi rel kereta api. Karena jarak sudah dekat, pengemudi dan penumpang keluar dari KBM karena tidak dapat menguasai laju kendaraannya hingga tertabrak kereta api," papar AKP Joko Margo Utomo, Selasa (8/9/2026).

Dia mendapatkan keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian bahwa benturan tak terelakkan membuat mobil pikap terlempar tajam dan mengalami kerusakan fisik yang sangat parah di bagian badan kendaraan.

Baca Juga: Diduga Terjun ke Sumur, Warga Jumapolo Karanganyar Berhasil Dievakuasi: Ini Penuturan Keluarga

Menerima laporan, pihaknya meluncur ke lokasi kejadian untuk menggelar olah TKP, mengumpulkan data pulbaket, serta meminta keterangan para saksi.

Kedua korban yang sempat lemas dan mengalami trauma langsung dievakuasi petugas untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka berat permanen dalam tragedi ini. Korban dinyatakan selamat. Sementara mobil pikap yang ringsek kini telah diamankan.

Baca Juga: Bau Limbah SPPG Karangmalang Sragen Dikeluhkan, Pengelola Perbaiki IPAL hingga Terjunkan Armada Sedot

”Kami mengimbau keras seluruh pengguna jalan, terutama saat melintasi jalur perlintasan sebidang tanpa palang pintu di malam hari, untuk benar-benar berhenti sempurna, konsentrasi penuh, dan memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas dari kedua arah. Jangan memaksakan diri melintas jika jarak kendaraan dengan kereta sudah terlalu dekat,” tegas AKP Joko Margo Utomo. (din/adi)

Editor : Adi Pras
KA Majapahit sragen pikap sidoharjo Kalijambe