Permasalahan ini coba diurai Pemerintah Desa (Pemdes) Karangwuni. Melalui rencana pembangunan lapangan bola. Tak tanggung-tanggung, akan dibangun sesuai standar federasi sepak bola sejagat, FIFA.
Kepala Desa (Kades) Karangwuni Hartono mengaku, lapangan tersebut akan dibangun tahun depan. Di atas lahan seluas 1,3 hektare. Tepatnya di sisi utara Dusun Gemblung. “Saat ini lahannya masih berwujud persawahan,” ungkapnya, Senin (12/12).
Menurut Hartono, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Memanfaatkan anggaran dana desa. Total anggaran diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar. “Rencananya akan kami bangun dalam tiga taha,” imbuhnya.
Tahap pertama pembangunan, lanjut Hartono, berupa pengurukan areal persawahan calon lapangan. Kemudian menyusul pembangunan lapangan dan fasilitas penunjang di tahap kedua.
“Saya sampaikan lagi lapangan sepak bola, bukan stadion. Nanti rencananya pakai rumput seperti JIS (Jakarta International Stadium),” bebernya.
Sebagai catatan, JIS menggunakan rumput hybrid. Perpaduan 5 persen rumput sintetis jenis Limonta dari Italia. Sedangkan 95 persennya merupakan rumput alami jenis Zoysia Matrella asli Kabupaten Boyolali.
“Setahu saya, sejak pemerintahan desa di sini berdiri pada 1964, belum punya lapangan sepak bola. Harapan saya, lapangan sepak bola ini bisa memfasilitasi putra daerah,” harapnya.
Sementara itu, keberadaan lapangan bola berstandar FIFA, diharapkan tak hanya melahirkan bibit pemain andal. Namun juga menyumbang pendapatan asli desa (PADes). “Ke depan lapangan sepak bola ini akan dikelola BUMDes (badan usaha milik desa),” bebernya. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram