RADARSOLO.COM – Tradisi Pulung Langse akan digelar di komplek Makam Ki Ageng Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, akhir pekan ini. Tradisi ini rutin digelar setiap tahun, untuk mengganti kelambu (langse) penutup makam. Nantinya, sejumlah acar akan memeriahkan tradisi tersebut.
Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo Agus Eka menjelaskan, tradisi Pulung Langse akan digelar Minggu pagi (4/8). Acara akan dimulai dengan kirab budaya.
“Tradisi ini merupakan salah satu agenda tahunan. Digelar setiap setiap tahun pada minggu keempat bulan Suro atau Muharam,” kata Agus, Selasa (30/7).
Pulung Langse merupakan tradisi turun-temurun dari generasi ke generasi di Desa Mertan. Merupakan penggantian langse atau kelambu yang digunakan sebagai penutup Makam Ki Ageng Balak.
“Tradisi Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak merupakan sebuah peristiwa budaya. Memperkuat kearifan lokal dan kebersamaan masyarakat Sukoharjo. Kegiatan ini bukti, bahwa tradisi dan nilai-nilai adat masih dijaga serta dilestarikan di Kabupaten Sukoharjo,” imbuh Agus.
Tradisi akan diawali kirab budaya. Dimeriahkan tari-tarian tradisional dan mengarak gunungan. Nantinya gunungan berisi hasil bumi akan diperebutkan oleh masyarakat. “Bupati Sukoharjo Etik Suryani diagendakan akan hadir dalam tradisi ini,” paparnya.
Sementara itu, Makam Ki Ageng Balak merupakan salah satu objek wisata religi yang diandalkan Pemkab Sukoharjo. Pengunjung yang datang berasal dari berbagai daerah. Sehingga berpengaruh besar terhadap roda perekonomian warga.
Keberadaan objek wisata ziarah ini, diharapkan mampu memberikan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat sekitar. Sebab berpengaruh besar pada roda perekonomian masyarakat.
“Warga sekitar biasanya menjual makanan, minuman, dan oleh-oleh untuk wisatawan. Ini juga mengangkat potensi UMKM (usaha mikro kecil dan menengah),” beber Agus. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto