RADARSOLO.COM – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (27/5) berjalan kondusif.
Namun, ada sejumlah catatan yang mengiringi pelaksanaan kurban. Mulai dari temuan cacing hati, hingga belasan ekor hewan kurban belum cukup umur.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, sudah menerjunkan 42 petugas pengawasan hewan kurban di 12 kecamatan.
Mereka memeriksa kesehatan hewan kurban di 170 titik penyembelihan.
Baca Juga: Bagikan Daging Kurban, MTA Solo Sudah Pakai Besek Sejak 1976
Data yang masuk, tercatat 1.371 ekor sapi serta 7.003 ekor kambing dan domba telah disembelih. Data tersebut masih bersifat sementara, karena proses penyembelihan dilakukan dalam kurun beberapa hari.
“Ini masih berproses. Data masih sementara karena proses penyembelihan hewan kurban bisa beberapa hari ke depan,” jelas Bagas.
Selama proses pengawasan dan pemeriksaan, petugas mendapati temuan cacing hati pada 18 ekor sapi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bagi Daging, Mbak Wawali Solo Sebut Kurban Jadi Simbol Rantai Kebaikan Tanpa Sekat
Selain itu, juga ditemukan seekor hewan mengalami abses (benjolan berisi nanah akibat bakteri pada luka) di kaki.
Temuan lainnya, yakni 14 ekor hewan kedapatan belum poel alias belum cukup umur untuk dijadikan kurban.
Serta temuan satu lokasi penyembelihan yang masih menggunakan plastik warna-warni untuk pembagian daging kurban.
Termasuk satu lokasi yang mencampur daging kurban dengan jeroan.
Menurut Bagas, temuan hewan kurban belum poel menjadi peer (pekerjaan rumah) yang harus mendapatkan perhatian serius.
Ke depan, akan diberikan edukasi yang lebih masif kepada masyarakat.\
Baca Juga: Presiden Prabowo Kurban Sapi Limousin Jumbo Di Dua Desa Di Grogol Sukoharjo
“Jadi perlu diedukasi lebih lengkap dan lebih masif. Terutama hewan kurban yang belum cukup umur. Itu yang perlu menjadi catatan ke depan,” imbuh Bagas.
Sementara itu, Bagas memastikan secara umum kondisi kesehatan hewan kurban di Kota Makmur relatif aman. Tidak ada temuan penyakit zoonosis atau menular dari hewan ke manusia.
“Masalah penyakit relatif aman. Artinya, penyakit zoonosis tidak ada temukan. Hanya cacing hati yang pasti terjadi,” bebernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto