RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo bergerak cepat mengendalikan serangan hama ulat grayak yang menyerang tanaman padi menjelang panen di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol.
Pengendalian dilakukan pada malam hari menggunakan drone sprayer, untuk menguji efektivitas penyemprotan saat hama aktif menyerang.
Sasaran penyemprotan yakni lahan pertanian milik Kelompok Tani Cipto Hasil, Senin malam (6/7).
Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, penyemprotan dilakukan bersama tim pemberantasan.
Baca Juga: HUT Ke-80 Pemkab Sukoharjo, Lima Pelari Lahap 80 Kilometer Keliling 12 Kecamatan
"Serangan ulat grayak ini harus segera dikendalikan agar tidak merugikan petani. Sekaligus kami ingin menguji kemampuan pilot drone distankan, apakah dapat melakukan penyemprotan secara efektif pada malam hari, karena justru saat itulah hama ini aktif menyerang," ujarnya.
Menurut Bagas, penggunaan drone sprayer pada malam hari menjadi salah satu inovasi pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Selain lebih cepat menjangkau hamparan sawah, penyemprotan juga dilakukan pada waktu yang paling tepat sehingga efektivitas pengendalian diharapkan meningkat.
Baca Juga: Debit Air Sumur Warga Sukoharjo Selatan Terus Menyusut, Permintaan Dropping Air Bersih Melonjak
Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan bentuk pendampingan pemerintah kepada petani sesuai arahan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, agar jajaran distankan selalu hadir di lapangan hingga petani berhasil mempertahankan hasil panennya.
"Ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan untuk terus mendampingi petani. Sesuai arahan ibu bupati, kami harus selalu turun ke lapangan agar petani berhasil dan tidak mengalami kerugian akibat serangan hama," katanya.
Bagas mengungkapkan, serangan ulat grayak di Desa Pandeyan perlu diwaspadai karena menyerang tanaman padi yang sudah memasuki fase menguning atau menjelang panen. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan produktivitas apabila tidak segera ditangani.
Hama ulat grayak diketahui menyerang batang tanaman hingga menyebabkan pembusukan dan kematian tanaman.
Ancaman semakin besar karena ulat bergerak secara berkelompok dalam jumlah sangat banyak, bahkan mencapai ribuan ekor, dan aktif mencari makan pada malam hari sehingga dalam waktu singkat dapat menghabiskan satu hamparan tanaman padi.
Karena itu, penyemprotan malam hari dipilih agar insektisida mengenai hama saat sedang aktif. Distankan juga akan terus memantau perkembangan serangan di sejumlah wilayah serta menyiagakan regu pengendali hama apabila ditemukan serangan serupa di lokasi lain. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto