Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Bupati Etik Suryani Ditangkap KPK, Rute Kirab Pataka Perayaan Hari Lahir Sukoharjo Digeser

Iwan Kawul • Senin, 13 Juli 2026 | 17:57 WIB
Saat jumpa pers Hari Lahir Ke-80 Kabipaten Sukoharjo, Senin (13/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Suyamto saat jumpa pers Hari Lahir Ke-80 Kabipaten Sukoharjo, Senin (13/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Perayaan Hari Lahir Ke-80 Kabupaten Sukoharjo yang akan datang mengalami sejumlah penyesuaian.

Menyusul penangkapan terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani oleh Komisi Pemberantasan Kosupsi (KPK), belum lama ini.

Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Suyamto menjelaskan, meski perayaan dikemas sederhana, seluruh agenda pokok dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal.

Perubahan paling mencolok terdapat pada pelaksanaan Kirab Pataka, yang menjadi bagian utama dari upacara Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo, Rabu (15/7). 

Baca Juga: Penampakan Isi Brankas Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Laweyan Solo dan Wonogiri: Penuh Gepokan Uang dan Emas Batangan

“Prinsipnya, seluruh rangkaian Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo tetap dilaksanakan. Hanya saja, konsep pelaksanaannya kami sederhanakan agar lebih menyesuaikan kondisi saat ini,” kata Suyamto saat jumpa pers, Senin (13/7).

Sebelumnya, Kirab Pataka rencananya diberangkatkan dari rumah dinas bupati lewat prosesi yang lebih meriah.

Kini, kirab petikan peraturan pemerintah (PP) terkait hari jadi Sukoharjo ini diganti rutenya.

Start kirab digeser dari kantor Setda Sukoharjo. Pataka diangkut menggunakan pikap, diiringi rombongan menggunakan kendaraan hingga Simpang Lima Sukoharjo. Selanjutnya, seluruh peserta kirab jalan kaki menuju Alun-Alun Satya Negara.

Baca Juga: Eko Sapto Purnomo Resmi Jadi Plt Bupati Sukoharjo Gantikan Etik Suryani, Gubernur Ahmad Luthfi: Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu

Selanjutnya, tamu VIP yang mengikuti dari belakang menggunakan kendaraan dinas masing-masing, ikut bergabung dalam barisan menjelang memasuki Simpang Lima Sukoharjo.

“Dikemas lebih sederhana. Pataka dibawa menggunakan mobil pikap, pengiring menggunakan kendaraan sampai Simpang Lima Sukoharjo. Kemudian mereka berjalan kaki menuju alun-alun,” jelasnya.

Suyamto mengatakan, sejumlah agenda di Alun-Alun Satya Negara tetap digelar. Mulai dari flashmob, hingga gunungan. Namun, tamu VIP tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Flashmob tetap ada dan gunungan tetap berjalan. Namun tamu VIP tidak ikut menari, cukup menyaksikan saja,” bebernya.

Penyesuaian juga menyasar Pawai Budaya Sukoharjo Spektakuler pada 16 Juli mendatang. Panggung kehormatan dibuat lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Panggung VIP dibuat rendah dan tanpa atap. Tenda untuk tamu undangan juga dibuat sederhana. Intinya, sesederhana mungkin. Peserta sesuai jumlah yang sudah mendaftar,” ujarnya.

Tak hanya itu, malam resepsi hari jadi yang dirangkai dengan pembukaan Sukoharjo Expo 2026, juga disederhanakan. Hanya berisi laporan, sambutan, dan pembukaan acara, tanpa pertunjukan tari seperti yang semula direncanakan.

Baca Juga: Dua Sosok ASN Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Sukoharjo, Salah Satunya Mantan Ajudan Bupati Wardoyo Wijaya

“Kalau hiburan tetap ada, tetapi sederhana. Bukan pertunjukan besar. Semua kami sesuaikan agar lebih sederhana,” jelasnya.

Pada gelaran Sukoharjo Food and Fashion Festival (SF3), konsep fashion show juga diubah. Kostum yang telah dibeli menggunakan APBD tetap dikenakan unsur forkompimda, sebagai bentuk promosi produk UMKM lokal. Namun, mereka tidak lagi berjalan di atas panggung.

“Nanti hanya diumumkan produk UMKM yang dikenakan masing-masing forkompimda. Cukup berdiri dari tempat duduk. Sedangkan yang tampil di panggung diserahkan kepada pelaku UMKM, agar bisa mempromosikan produknya secara maksimal,” ujar Suyamto.

Terkait penyerahan hadiah bagi pemenang lomba kostum saat upacara hari jadi, justru ditiadakan.

Enam unit sepeda yang telah disiapkan tetap diberikan kepada para pemenang, namun tanpa prosesi penyerahan secara simbolis.

“Nanti hanya diumumkan nama pemenangnya. Hadiah diambil di tempat yang sudah ditentukan, jadi tidak ada seremoni penyerahan," bebernya.

Sementara itu, konser grup musik Guyon Waton yang menjadi penutup rangkaian Hari Jadi tetap dilaksanakan. Hanya saja tanpa seremoni maupun panggung khusus VIP.

“Konser Guyon Waton tetap digelar sebagai hiburan untuk masyarakat. Tidak ada seremoni, tidak ada panggung VIP. Murni untuk hiburan rakyat," tegas Suyamto. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#perayaan hari lahir sukoharjo #kirab pataka #kpk #Etik Suryani