RADARASOLO.COM - Bagi wisatawan yang ingin menuju ke Museum Sangiran di Kecamatan Kalijambe, Sragen, biasanya melihat papan petunjuk arah menuju menara pandang.
Jaraknya hanya sekitar 2 kilometer dari Museum Manusia Purba Sangiran.
Menara pandang tersebut sebagai daya dukung pariwisata manusia purba di Sangiran.
Namun seolah diabaikan oleh wisatawan yang hendak ke museum. Akses ke menara pandang sebenarnya tidak sulit, jalannya juga cukup lebar.
Jika dari Sragen butuh perjalanan sekitar 50 menit-1 jam. Karena jauh perjalanan sekitar 40 kilometer.
Sedangkan dari pusat kota Solo justru lebih dekat. Menara pandang yang berada di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe ini hanya sekitar 20 kilometer atau perjalanan 30 menit.
Awalnya menara pandang Sangiran ini dibuat sebagai destinasi keluarga. Pembangunannya pada 1994.
Dengan tujuan melihat panorama sekitar Sangiran yang asri dari tempat tinggi. Sebagai lokasi wisatawan melihat pemadangan kawasan manusia purba.
Diharapkan wisatawan dapat membayangkan dan berimajinasi kondisi sekitar sangiran jutaan tahun yang lalu.
Saat masih merupakan hutan dan rawa. Kawasan itu yang menjadi pemukiman manusia purba. Namun saat ini kondisinya memperihatinkan dan tidak terawat.
Justru tidak aman dengan kondisi bangunan yang reyot dan rapuh untuk wisata keluarga. Ada kaca yang sudah pecah dan plafon yang sudah ambrol.
Sekretaris Desa (Sekdes) Krikilan sekaligus Pegiat Wisata Sangiran Aris Rusityoko menjelaskan, lokasi tersebut sudah lama terbengkalai. Nyaris tidak ada kegiatan berkaitan dengan pariwisata di menara pandang Sangiran.
Dia menegaskan, kawasan tersebut menjadi kewajiban dari dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (disparpora) Kabupaten Sragen untuk pengelolaanya.
”Pengelolaan ada disparpora, saya sudah jarang ke sana dan memang tidak pernah ada kegiatan,” ujarnya.
Aris menambahkan, kawasan tersebut sempat dikabarkan akan direnovasi. Tapi yang jelas bukan dari anggaran desa.
”Kabarnya mau diperbaiki, tapi kita tidak tahu kapan, yang jelas menara pandang dikelola pemkab,” terangnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras