RADARSOLO.COM – Pengelolaan wisata air di Sukoharjo kini semakin berkembang dengan hadirnya berbagai aktivitas menarik.
Salah satu yang wajib jadi destinasi alternatif untuk dikunjungi untuk sekadar cuci mata dan menenangkan pikiran adalah Dermaga Kampung Bengawan.
Wisata tirta Bengawan Solo ini berlokasi di Dusun I, Jangglengan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Lokasi wisata ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, salah satunya penyewaan speedboat.
Yoga, selaku pengelola BUMDes setempat menjelaskan, Dermaga Kampung Bengawan tidak hanya berfungsi sebagai titik sandar speedboat bagi wisatawan yang ingin menyusuri Sungai Bengawan Solo, tetapi juga menjadi lokasi ajang tahunan yang cukup bergengsi.
Yakni kompetisi balap kano tingkat nasional yang sempat diikuti peserta dari seluruh Indonesia.
“Dermaga ini punya dua fungsi. Selain sebagai tempat pemberangkatan wisata tirta menggunakan speedboat, kami juga rutin mengadakan lomba balap kano yang berskala nasional,” ungkap Yoga.
Untuk menikmati wisata speedboat, pengunjung cukup membayar Rp 140.000 per perjalanan dengan kapasitas maksimal empat orang. Durasinya sekira 25 hingga 30 menit.
Sementara itu, penyewaan kano dikenakan tarif Rp 20.000. Namun, bagi peserta latihan balap kano, pemakaian kano dibebaskan sebagai bagian dari pembinaan atlet lokal.
“Kami ingin menjaring bibit atlet dari masyarakat sekitar. Jadi kano ini juga kami gunakan sebagai media latihan sebelum mereka ikut lomba nasional,” tambahnya.
Event balap kano tingkat nasional pertama kali digelar 2023 silam. Adanya event ini sukses menarik minat banyak pengunjung dari luar kota untuk berkunjung setiap tahunnya.
Wisata air di Dermaga Kampung Bengawan beroperasi setiap hari, mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Dermaga Kampung Bengawan berpotensi besar menjadi ikon wisata baru di Sukoharjo. Warga sekitar juga berharap semakin lama lokasi ini bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan, yang tentu impeknya bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar. (mg7/mg8/nik)
Penulis: Nazla khaerunnisa
Dokumentasi: Siti fatimah
Editor : Niko auglandy