Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Air Terjun Dung Jengglong Sragen: Surga Tersembunyi di Sragen yang Belum Banyak Diketahui, Tempat Ciblon Asyik di Tengah Hutan Hijau

Niko auglandy • Minggu, 1 Juni 2025 | 16:35 WIB
Air Terjun Dung Jengglong Sragen yang jadi salah satu destinasi wisata alam yang wajib dikunjungi
Air Terjun Dung Jengglong Sragen yang jadi salah satu destinasi wisata alam yang wajib dikunjungi

RADARSOLO.COM - Terletak di Dusun Kebayanan, Desa Bagor, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Air Terjun Dung Jengglong menyimpan keindahan tersembunyi yang belum banyak diketahui wisatawan.

Nama "Dung Jengglong" sendiri memiliki makna unik: "Dung" merujuk pada air yang menggenang dalam kubangan, sementara "Jengglong" menggambarkan bentuk batu-batu berjenjang di sekitar air terjun.

Dilansir dari YouTube Peter, Sahabat Kamu, air terjun ini terbentuk dari aliran Sungai Kedung Jengglong yang melintasi perbukitan.

Di bawah air terjun terdapat kolam alami sedalam 3 meter yang sangat cocok untuk berenang atau sekadar bermain air.

Dengan tinggi sekitar 5 hingga 7 meter, suasana di sekitar Dung Jengglong terasa sejuk dan menenangkan karena berada di tengah hutan.

Debit airnya yang tidak terlalu deras menjadikan lokasi ini cocok untuk bermain ciblonan, istilah lokal untuk berendam atau bermain air.

Air Terjun Dung Jengglong Sragen berada di kawasan yang suasananya masih asri.
Air Terjun Dung Jengglong Sragen berada di kawasan yang suasananya masih asri.

Keunikan lainnya, kolam alami di sini dipenuhi ikan-ikan kecil yang bisa memberikan sensasi terapi.

Warga sekitar juga kerap memanfaatkan area ini untuk memancing ikan dan udang.

Lingkungan sekitar yang dipenuhi pohon jati dan bambu menambah kesejukan dan menjaga kestabilan tanah agar tidak longsor saat debit air meningkat.

Akses ke lokasi bisa ditempuh dengan sepeda motor dari pusat kota Sragen.

Jalan menuju lokasi sebagian sudah diaspal namun sebagian lagi masih rusak, sehingga pengunjung disarankan berhati-hati.

Menariknya, tempat ini gratis alias tanpa tiket masuk, namun pemandangan yang disuguhkan setara dengan tempat wisata berbayar.

Sesampainya di lokasi, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati hutan rindang.

Suara gemericik air dan udara yang sejuk akan langsung menghapus rasa lelah setelah perjalanan.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, terutama saat peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Hindari datang saat musim hujan karena debit air yang tinggi bisa membahayakan pengunjung yang ingin berenang.

Warga sekitar mengingatkan untuk tidak duduk atau bertengger di bebatuan kecil yang licin, termasuk Batu Krapyak yang konon bisa diukir.

Namun perlu dicatat, pengunjung harus tetap menjaga keaslian dan kelestarian batuan serta lingkungan sekitar.

Bagi wisatawan, baik lokal maupun dari luar kota, disarankan membawa bekal makanan dan baju ganti.

Bermain air terlalu lama bisa membuat tubuh menggigil dan perut lapar. Jagalah sopan santun dan perilaku selama berada di kawasan wisata ini.

Area parkir tersedia di halaman rumah warga sekitar, yang dengan ramah menyambut tamu-tamu yang ingin menikmati keindahan Air Terjun Dung Jengglong.

Terakhir, jangan lupa jaga kebersihan dan kealamian tempat ini, demi keindahan yang bisa dinikmati generasi mendatang. (mg8/nik)

Penulis : Siti Fatimah



Editor : Niko auglandy
#sragen #air terjun #wisata