RADARSOLO.COM – Suara gemerincing roda besi dan aroma manis khas gula tebu seolah masih tercium ketika melangkah masuk ke kawasan Tasikmadoe Heritage.
Di sinilah, sisa kejayaan industri gula tempo dulu masih berdiri gagah dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang pabrik gula yang telah berumur lebih dari seabad.
Dulu, masyarakat lebih mengenal tempat ini dengan nama Sondokoro, sebuah destinasi wisata edukasi yang mengusung tema pabrik gula dan wisata keluarga.
Namun, kini kawasan tersebut bertransformasi menjadi Tasikmadoe Heritage, wisata sejarah yang menonjolkan nilai-nilai warisan industri kolonial Belanda.
”Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung untuk tidak sekadar berwisata, tapi juga belajar sejarah,” ujar Samidi, pengelola Tasikmadoe Heritage ditemui di sela aktivitas pembersihan area mesin penggilingan tua.
Menurut Samidi, Pabrik Gula (PG) Tasikmadu berdiri sejak masa kolonial Belanda. Pabrik tersebut menjadi salah satu saksi penting perjalanan industri gula di Jawa Tengah.
Bangunan pabriknya masih terawat dengan baik dan menampilkan gaya arsitektur klasik Eropa berpadu dengan elemen lokal.
Di dalamnya, deretan mesin penggilingan tebu raksasa dari abad ke-19 masih berdiri kokoh, menjadi daya tarik utama wisata sejarah ini.
”Mesin-mesin tua itu bukan sekadar benda mati. Mereka adalah saksi kerja keras para buruh, perubahan zaman, hingga naik-turunnya industri gula di negeri ini,” tambahnya.
Kini, Tasikmadoe Heritage menghadirkan pengalaman wisata yang lebih tematik. Pengunjung bisa mengikuti tur sejarah, melihat proses penggilingan tebu secara tradisional, hingga menyusuri bangunan tua yang menyimpan cerita panjang kolonialisme dan industri gula di Jawa.
Tidak ketinggalan, area hijau di sekitar kompleks juga disulap menjadi tempat bersantai dengan nuansa klasik yang fotogenik.
Dulunya, kawasan ini dikenal luas sebagai Wisata Sondokoro, tempat rekreasi keluarga dengan wahana permainan dan wisata edukasi tebu.
Seiring waktu, pengelola memilih mengembalikan identitas sejarahnya dengan nama Tasikmadoe Heritage, merujuk pada nama asli pabrik gula yang berdiri di lokasi tersebut sejak 1872.
”Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tapi juga semangat baru untuk menjaga warisan industri gula yang pernah menjadi kebanggaan Karanganyar,” imbuhnya.
Kini, Tasikmadoe Heritage menjadi destinasi wisata sejarah yang manis untuk dikunjungi tempat di mana masa lalu dan masa kini berpadu dalam satu tarikan napas. (rud/adi)
Editor : Adi Pras