RADARSOLO.COM-Sapi bantuan masyarakat (banmas) dari Presiden Prabowo Subianto telah disalurkan ke masyarakat di Wonogiri.
Dua sapi bantuan dari Presiden Prabowo disalurkan di Desa Plosi, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri.
Sapi tersebut telah disembelih, Jumat (6/6/2025).
"Sapi banmas aman, sudah dilakukan pemeriksaan juga," ujar Kepala Dinas Pertanian Wonogiri Baroto Eko Pujanto.
Pihaknya memastikan bahwa sapi yang disalurkan dalam kondisi sehat dan normal.
Pemeriksaan terhadap sapi tersebut telah dilakukan.
"Daging kualitas bagus. Kemudian penyembelihannya juga sempurna," lanjutnya.
Selain itu, jeroan sapi seperti hati, limpa, jantung, dan paru-paru dalam kondisi bagus.
Semua bagian dalam sapi dalam keadaan normal. Daging kemudian dibagikan ke masyarakat di wilayah setempat.
"Antemortem diperiksa oleh tim Balai Besar Veteriner Wates. Untuk postmortem, kami periksa dengan tim dokter hewan Dinas Pertanian," jelas Baroto.
Di lokasi lain, sapi kurban dari Presiden Prabowo juga disumbangkan ke Masjid Pondok Pesantren Citra Suhada di Kecamatan Jatisrono.
Hal ini dibenarkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Citra Suhada, Dwi Kurniawan.
"Sapi dari Magelang. Jenisnya simental," kata Dwi.
Pihak Pondok Pesantren Citra Suhada mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Presiden Prabowo terhadap masyarakat dan lingkungan pondok pesantren.
Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi pondok pesantren di daerah pedesaan dengan keterbatasan.
Daging hewan kurban dibagikan tidak hanya kepada warga pondok pesantren.
Tetapi juga kepada masyarakat di sekitar Ponpes Citra Suhada, sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam merayakan Idul Adha.
Sementara itu, masyarakat Kota Sukses juga mulai melaksanakan pemotongan hewan kurban.
Salah satunya adalah warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wonogiri.
Berdasarkan data yang dirilis DPD LDII Wonogiri hingga Jumat pukul 03.30, jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun sebanyak 525 ekor sapi, 847 ekor kambing jawa, dan 48 ekor domba.
Total nilai kurban yang dihimpun mencapai Rp12.252.753.000.
Ketua DPD LDII Wonogiri Sutoyo mengatakan, keberhasilan ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan.
Pihaknya telah membudayakan semangat berkurban sejak lama, bahkan sejak usia dini.
"Bagi kami, semangat berkurban itu seperti jiwa pejuang. Maka dari itu, anak-anak LDII sudah dilatih dan dibiasakan menabung sejak kecil khusus untuk berkurban," ujarnya.
Pengurus DPD LDII Wonogiri, Joko Santosa, menambahkan bahwa pihaknya rutin memberikan motivasi dan pengingat kepada warga jelang Idul Adha agar tetap semangat berkurban.
“Setiap tahun, kami lihat grafiknya selalu naik. Kami yakin ini karena pembiasaan dan pendekatan spiritual yang terus kami lakukan,” ujarnya.
Tren kurban juga meningkat dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data, total kurban warga LDII pada tahun lalu mencapai Rp11,29 miliar. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono