RADARSOLO.COM - Komisi I DPRD Wonogiri bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Wonogiri menggagas budaya baru.
Yakni diagendakan membaca buku sebelum acara rapat digelar.
Hal itu dimulai para anggota Komisi I DPRD Wonogiri Rabu (29/4/2026).
Jelang rapat bersama Disarpus, para anggota dewan memanfaatkan waktu dengan membaca buku-buku yang tersedia di perpustakaan DPRD Wonogiri.
Baca Juga: Satu Lagi Korban Kecelakaan Kereta Api yang Dimakamkan di Wonogiri
Anggota Komisi I DPRD Wonogiri Romandhani Andang Nugroho mengatakan, Komisi I mengajukan raperda inisiatif terkait perpustakaan.
Pihaknya kompak mendukung hal itu dan memberikan contoh peningkatan literasi dengan membaca buku di perpustakaan.
"Kita pengin agar membaca itu menjadi budaya. Ini juga untuk meningkatkan literasi. Kami mengajak masyarakat untuk gemar membaca," ujar dia.
Menurut dia, minat baca Wonogiri masih rendah. Gerakan para anggota Komisi I itu juga diharapkan bisa mendorong minat baca di antara anggota dewan lain dan masyarakat secara umum.
Apakah agenda membaca buku juga bisa dilakukan komisi lainnya?
Baca Juga: Magang OJK Jateng 2026 Dibuka! Ini Syarat, Posisi, dan Dokumen Wajib Disiapkan Mahasiswa
"Sangat memungkinkan. Gerakan ini mohon maaf di tengah inisiasi juga tanpa anggaran bisa dilakukan juga oleh teman-teman dan masyarakat," beber dia.
Pihaknya berharap, masyarakat apalagi kalangan muda bisa gemar membaca buku.
Dia juga menyoroti soal konten dan bahasa di media sosial yang dirasa banyak tak tepat dengan usia anak sekolah.
"Dengan bahasa yang ada di buku ini bisa masuk ke pemahaman anak-anak sekolah dan masyarakat," kqta dia.
Kepala Disarpus Wonogiri Mawan Tri Hananto mengapresiasi langkah yang dilakukan Komisi I DPRD Wonogiri untuk mendukung literasi seperti dengan gerakan membaca sebelum rapat.
Apalagi anggota DPRD juga mengi inisiasi pembuatan raperda tentang perpustakaan.
"Salah satu isinya pengaturan soal perpustakaan," kata dia. (al)
Editor : Admin