Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pelaku Seni Rupa Gali Sejarah Monumen Juang 45 Klaten

Angga Purenda • Rabu, 16 Agustus 2023 | 18:35 WIB
BERSEJARAH : Monumen Juang 45 Klaten yang berlokasi di belakang GOR Gelarsena Klaten, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara
BERSEJARAH : Monumen Juang 45 Klaten yang berlokasi di belakang GOR Gelarsena Klaten, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara

RADARKLATEN.COM - Perkumpulan Senirupawan Klaten (Pasren) menggali sosok pembuat Monumen Juang 45 Klaten. Pasren mencatat ada delapan pematung yang ikut andil terciptanya monument yang berlokasi di belakang GOR Gelarsena Klaten, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara itu. Monument tersebut dibangun selama empat tahun mulai 1974-1978.

Terdapat enam patung dengan semangat nasionalisme di monument itu. Gestur dan ekspresi patung pejuang juga dibuat detail. Sebanyak lima patuh menghadap barat dan satu patung menghadap ke timur. Ada yang tengah mengangkat pistol dengan satu tangan lainnya menggenggam ke bawah. Ada juga yang membawa bambu runcing dan senapan laras Panjang.

Monument tersebut diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat 1 Jawa Tengah Soepardjo Roestam. Dalam prasasti, pembangunan monument dimulai 20 Mei 1974 dan diresmikan 20 Mei 1978. Ada prasasti lainnya yang bertuliskan kata-kata semangat kemerdekaan. I. Teruskan perjoenganku menegakkan negara Proklamasi 17 Agustus 1945. II. Perjoenganku Perjoenganmu juga.

“Sosok pematung di balik terciptanya Monumen Juang 45 Klaten belakangan menjadi bahan diskusi anggota Pasren. Dari penelusuran kami ada delapan pematung yang terlibat dalam pembuatan patung itu,” ucap Ketua Pasren, Karang Sasangka, kemarin (15/8).

Kedelapan seniman pembuat patung di Monumen Juang 45 Klaten berasal dari Kota Bersinar. Mereka adalah Rustamadji, Sutrisno, Hartono, HD Sumakir, Jonipan, Sri Sadono, Sutarno dan Jatmiko. Meski begitu, masih dimungkinkan ada nama pematung lainnya yang berperan terciptanya monumen tersebut.

Sasangka menyebut, setiap patung yang diciptakan ada penanggungjawab masing-masing. Seperti, penanggungjawab patung yang menggambarkan sosok pahlawan mengangkat pistol adalah seorang pematung asal Kecamatan Pedan yakni Sutrisno. Kemudian patung yang menghadap ke timur untuk penanggungjawabnya Sri Sadono. Kemudian Rustamadji sebagai konsultan pembuatan patung monumen tersebut.

“Sejarah di balik monumen itu terus kami gali. Itu kami lakukan agar jejak sejarah yang ada di Klaten jangan sampai hilang. Kami punya tanggungjawab untuk memberikan penjelasan,” ucap Sasangka.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Kepemudaaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudporapar) Klaten, Widowati menjelaskan, terkait dokumen sejarah pembangunan Monumen Juang 45 Klaten belum ditemukan. Selama ini sejarah pembangunan monumen baru didapat dari cerita tutur.

“Dari cerita ke cerita bahwa monumen itu dibangun pada 1970-an. Tapi untuk tahun pastinya kapan dan dibangun oleh siapa, saya sendiri belum menemukan. Harapan kami dari Pasren ini bisa mengagendakan acara yang mengupas terkait monumen yang nantinya diwujudkan dalam buku sehingga generasi penerus itu bisa tahu sejarahnya,” terangnya.(ren/rgl)

Editor : Damianus Bram
#Pasren #Perkumpulan Senirupawan Klaten #GOR Gelarsena Klaten #Monumen Juang 45 Klaten