
RADARSOLO.COM – Dulu, ketika membayangkan liburan, yang muncul mungkin adalah pantai, gunung, kuliner khas, atau hotel dengan pemandangan bagus. Sekarang, ada satu alasan lain yang bisa membuat seseorang rela membeli tiket pesawat, memesan penginapan, bahkan pergi ke kota lain: konser.
“Konsernya ada di Jakarta, berangkat dari Solo pagi, pulang besok.”
Kalimat seperti ini semakin biasa terdengar di kalangan penggemar musik. Tujuan perjalanannya bukan lagi sekadar mencari tempat wisata, melainkan mengejar pengalaman melihat musisi favorit secara langsung.
Baca Juga: HopeTok Muncul di Tengah Tren Doomscrolling, Kenapa Gen Z Mulai Memilih Konten yang Bikin Tenang?
Fenomena tersebut bahkan mulai dilihat sebagai bagian dari perkembangan pariwisata. Dilansir dari ANTARA, musik kini semakin berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata Indonesia pada 2026.
Konser dan festival musik tidak hanya menjadi hiburan bagi wisatawan yang sudah berada di sebuah daerah, tetapi dapat menjadi alasan utama seseorang memilih destinasi perjalanan.
Perubahan ini sebenarnya cukup menarik jika dibandingkan dengan cara orang menentukan liburan pada masa lalu. Dulu, seseorang mungkin memilih Bali karena pantainya, Yogyakarta karena budayanya, atau Bandung karena kulinernya. Kini, sebuah kota juga bisa masuk daftar tujuan hanya karena ada musisi atau festival yang akan tampil di sana.
Mengapa orang mau melakukan perjalanan sejauh itu hanya untuk dua atau tiga jam pertunjukan?
Jawabannya mungkin karena konser menawarkan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh layanan streaming.
Musik memang sudah sangat mudah diakses. Dengan membuka Spotify atau platform musik lainnya, seseorang bisa mendengarkan lagu favorit kapan saja. Namun, mendengarkan lagu melalui earphone tentu berbeda dengan berada di tengah ribuan orang yang menyanyikan lagu yang sama secara bersamaan.
Ada pengalaman emosional yang tidak bisa dipindahkan begitu saja ke layar.




