Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Seperti Semut di Hadapan Borneo, Pelatih Persis Solo Bongkar Masalah Fatal Timnya

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 26 Januari 2026 | 18:02 WIB
Persis Solo melawan Borneo FC di Stadion Manahan, Jumat (23/1/2026).
Persis Solo melawan Borneo FC di Stadion Manahan, Jumat (23/1/2026).

RADARSOLO.COM - Persis Solo harus menelan pil pahit pada laga pembuka pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Manahan, Jumat (23/1/2026), Laskar Sambernyawa tumbang 0-1 dari Borneo FC di hadapan pendukung sendiri, bahkan disaksikan langsung oleh sang owner, Kaesang Pangarep.

Gol semata wayang Pesut Etam dicetak Mariano Peralta Bauer pada babak pertama. Penyerang Borneo FC itu sukses memaksimalkan umpan matang Garcia Nogueira, memanfaatkan kelengahan lini belakang Persis Solo.

Kekalahan tersebut membuat posisi Persis Solo semakin terjepit di papan bawah klasemen. Situasi kian berat setelah Semen Padang bermain imbang melawan Bali United dan Persijap Jepara meraih kemenangan atas PSM Makassar.

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, tak menutupi kekecewaannya. Ia menilai anak asuhnya tampil dominan, terutama di babak kedua, namun kembali gagal memanfaatkan peluang menjadi gol.

“Ini hasil yang mengecewakan. Mereka tidak punya banyak peluang, sementara kami mendominasi pertandingan, khususnya di babak kedua. Tapi satu kesalahan di babak pertama langsung dihukum gol. Ini tidak boleh terulang,” tegas Milomir.

Menghadapi laga berikutnya kontra Persib Bandung pada Sabtu (31/1/2026), Milomir menyoroti inkonsistensi pemain muda Persis Solo. Menurut pelatih berlisensi Pro UEFA itu, komposisi tim masih perlu keseimbangan antara pemain muda dan berpengalaman.

Dia bahkan menilai secara fisik para pemainnya kalah jauh saat berduel dengan pemain Borneo FC.

“Secara fisik, menghadapi Borneo tidak mudah. Dalam duel satu lawan satu, pemain kami seperti semut. Kami kalah kuat,” ungkapnya.

Milomir juga mengkritisi keberanian pemain saat berada di kotak penalti lawan, khususnya di babak pertama.

“Di latihan kami sangat bagus, tapi di pertandingan pemain takut melakukan penetrasi satu lawan satu. Itu masalah mental dan pengalaman,” lanjutnya.

Meski demikian, pelatih asal Bosnia tersebut meminta pendukung Persis Solo untuk bersabar. Ia menegaskan proses pengembangan pemain muda membutuhkan waktu dan harus dilakukan dengan hati-hati.

Selain itu, Milomir berharap manajemen dapat segera mendatangkan penyerang anyar dengan postur dan kekuatan fisik mumpuni. Sosok tersebut diharapkan mampu menjadi pembeda setelah lini depan Persis Solo kembali tumpul saat menghadapi Borneo FC.

Kini, tantangan berat sudah menanti. Mampukah Laskar Sambernyawa bangkit dan memberi perlawanan saat menjamu Persib Bandung pekan depan?. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga 1 #borneofc