Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Temon Dan Sipon Jadi Korban Rasan-Rasan

Antonius Christian
Penulis: Antonius Christian❯
Ilustrasi Temon dan Sipon ngambek karena masalah sepele. (IRECK OKTAFIANTO/RADAR SOLO)
Ilustrasi Temon dan Sipon ngambek karena masalah sepele. (IRECK OKTAFIANTO/RADAR SOLO)

Advertisement

RADARSOLO.COM - Sudah tahu ghibah atau menggunjing adalah dosa besar dalam agam Islam, yang diibaratkan memakan bangkai saudara sendiri.

Tapi, budaya rasan-rasan ini seolah menjadi bumbu penyedap di setiap tongkrongan emak-emak, bahkan bapak-bapak.

Inilah penyebab retaknya rumah tangga Temon dan Sipon, warga Kecamatan Jebres, Solo.

Advertisement

Biduk rumah tangga pasangan Temon dan Sipon resmi berakhir. Majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Solo mengabulkan gugatan cerai mereka.

Retaknya hubungan keduanya dipicu tekanan dari budaya rasan-rasan di lingkungan sekitar.

Ditemui usai sidang, Temon mengaku faktor eksternal seperti lingkungan pergaulan dan tekanan sosial, ikut memicu konflik dalam rumah tangganya.

“Banyak hal yang awalnya hanya masalah sepel, tapi karena pengaruh dari luar, akhirnya jadi bahan perdebatan dengan istri,” ujar Temon.

Menurut Temon, “bumbu penyedap” yang diserap Sipon setelah mengghibah sering memicu perasaan tidak nyaman. Entah itu soal pekerjaan, kondisi ekonomi, maupun kehidupan pribadi.

“Kadang ada tetangga yang membandingkan. Ada juga yang memberi komentar tidak enak di telinga. Lama-lama terbawa ke rumah,” imbuh Temon.

Temon mengakui, ia dan Sipon kerap terpengaruh penilaian tetangga. Ini membuat hubungan keduanya tak lagi harmonis. Penuh tekanan untuk memenuhi ekspektasi lingkungan.

Advertisement
Editor : Ferry Ardi Susanto
Sumber : Radar Solo

Artikel Terkait

Balada Temon Dan Sipon: Dahsyatnya Ucapan Matur Nuwun

Balada Temon Dan Sipon: Dahsyatnya Ucapan Matur Nuwun

Balada rumah tanggan Temon dan Sipon terbaru. Sipon merajuk dan menggugat cerai gara-gara Temon tidak pernah menghargai usahanya dan tidak pernah berterima kasih.

Balada Temon dan Sipon: Korban FOMO

Balada Temon dan Sipon: Korban FOMO

Majelis hakim Pengadilan Agama Kota Solo kabulkan talak cerai Temon kepada istrinya, Sipon, warga Kecamatan Jebres gara-gara terseret tren fear of missing out (FOMO).

Balada Temon Dan Sipon: Gara-Gara Video Prank

Balada Temon Dan Sipon: Gara-Gara Video Prank

Biduk rumah tangga Temon dan Sipon, pasutri asal Kecamatan Laweyan, Solo harus berakhir gara-gara konten video prank yang diunggah di media sosial.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer