RADARSOLO.COM – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Namun, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan terkendali.
Komisaris Pertamina Hasan Nasbi menegaskan langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal konflik terjadi. Pemerintah, kata dia, sudah memetakan berbagai kemungkinan dampak, baik terhadap harga maupun ketersediaan pasokan.
Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina Dex 10 Maret 2026: Daftar Lengkap Harga Terbaru di SPBU Pertamina
“Antisipasi sudah dilakukan sejak awal. Pemerintah sudah memprediksi dampaknya akan sejauh apa,” ujarnya usai bersilaturahmi di kediaman Presiden RI ke-7 Joko Widodo di Sumber, Rabu (25/3).
Menurutnya, Pertamina tidak hanya mengandalkan satu jalur distribusi. Pasokan energi kini diperluas dari berbagai wilayah untuk menghindari potensi gangguan, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz.
“Kita mencari sumber pasokan dari berbagai kawasan, seperti Afrika, Amerika, dan wilayah lainnya,” jelasnya.
Langkah diversifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan meski situasi global tidak menentu.
Selain memperluas sumber pasokan, Pertamina juga memperkuat cadangan energi nasional. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah fluktuasi global.
“Cadangan terus kita jaga dan diperkuat sehingga kebutuhan masyarakat tetap bisa dipenuhi,” imbuh Hasan.
Dari sisi harga, pemerintah memastikan belum ada kebijakan kenaikan BBM di dalam negeri, meskipun harga minyak dunia mengalami tekanan.
“Di pasar global memang ada kenaikan, tetapi di dalam negeri belum ada kebijakan untuk menaikkan harga,” tegasnya.
Sementara itu, ketahanan stok energi nasional saat ini berada di kisaran 20 hari. Angka tersebut dinilai normal karena pasokan terus diperbarui setiap hari.
“Stok ini dinamis. Hari ini 20 hari, besok juga tetap 20 hari karena suplai masuk terus,” jelasnya.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap isu kelangkaan yang beredar. Stabilitas pasokan disebut masih terjaga, dan langkah antisipatif terus disiapkan jika situasi global memburuk.
“Masyarakat tidak perlu panik. Kondisi masih aman. Pemerintah akan menyesuaikan kebijakan jika diperlukan, termasuk upaya penghematan konsumsi,” tandasnya.
Di tengah tekanan geopolitik global, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga agar tidak berdampak langsung pada daya beli masyarakat. (atn)
Editor : Kabun Triyatno