RADARSOLO.COM–Balai Sidang Mahesa Boyolali berubah menjadi arena pertempuran digital yang riuh, Minggu (11/1/2026).
Sebanyak 3.000 pro player dan pecinta game online dari berbagai penjuru tanah air berkumpul untuk memperebutkan trofi bergengsi dalam ajang E-sport Hari Desa Nasional 2026.
Turnamen hasil kolaborasi Pemkab Boyolali dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai turnamen e-sport berbasis desa terbesar di Indonesia.
Dari Piala Bupati Menuju Nasional
Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo menjelaskan, rangkaian lomba ini dibagi menjadi dua fase utama:
- Fase Kualifikasi (11-12 Januari): Bertajuk "Piala Bupati", mempertandingkan dua kategori populer, yaitu Mobile Legends (MLBB) dan Free Fire.
- Fase Final (13 Januari): Para juara terbaik akan dipertemukan untuk memperebutkan Piala Kemendes PDT. Khusus kategori nasional, fokus utama ada pada game Mobile Legends.
"Total peserta mencapai 1.500 tim dari seluruh Indonesia. Kami menyediakan hadiah fantastis. Mulai dari uang pembinaan, piala, sertifikat, smartphone, hingga unit motor listrik bagi para pemenang," terang Samsul.
Misi Menjaring Atlet dari Desa ke Desa
Bupati Boyolali Agus Irawan memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta yang memadati lokasi.
Menurutnya, ajang ini adalah sarana efektif untuk mengubah persepsi negatif tentang bermain game menjadi prestasi yang terukur.
"Harapannya, melalui turnamen ini kita bisa menjaring bibit atlet e-sport potensial dari pelosok desa. Kami ingin agenda ini menjadi kegiatan tahunan karena antusiasme dari desa ke desa luar biasa besar," ujarnya saat meninjau lokasi pertandingan.
Ajang Pembuktian kepada Orang Tua
Baca Juga: Kena PHK Justru Jadi Bos Angkringan, Kisah Heddy Pamungkas Bangkit Lewat Modal KUR BRI
Keriuhan di Balai Sidang Mahesa tidak hanya datang dari para pemain, tetapi juga ribuan suporter yang memberikan dukungan vokal.
Salah satu peserta asal Boyolali, Muhammad Ridwan, 19, mengaku bangga bisa berlaga di level nasional yang diselenggarakan di rumah sendiri.
"Biasanya cuma ikut turnamen kecil di warung. Dengan adanya event besar ini, saya ingin membuktikan ke orang tua bahwa hobi bermain game bisa menjadi jalur prestasi dan mengasah ilmu strategi," ungkapnya.
Kejuaraan e-sport ini merupakan bagian dari rangkaian Puncak Hari Desa Nasional 2026.
Puncak peringatan sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 15 Januari mendatang di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono