RADARSOLO.COM - Turnamen Gen Z E-Sport Bersama Polres Sukoharjo selesai digelar di Balai Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Senin malam (16/2).
Turnamen e-Sport ini hadir untuk mewadahi bakat anak-anak muda se Kecamatan Polokarto.
Tercatat 100 peserta dari 21 tim pelajar jenjang SMP dan SMA/SMK sederajat ambil bagian.
Tak sekadar adu strategi di layar gim, turnamen ini menjelma menjadi ruang kolaborasi antara kreativitas generasi muda dan geliat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) desa.
Turnamen digelar mulai pukul 15.00-22.15 WIB. Dihadiri Kapolres Sukoharjo Anggaito Hadi Prabowo, pejabat polres, Forkompimca Polokarto, para kepala desa, hingga perwakilan ESI Cabang Sukoharjo.
Kehadiran lintas unsur ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar lomba, melainkan momentum membangun kedekatan dengan generasi Z, sekaligus menggerakkan potensi lokal.
“Dunia telah berubah dan cara kami merangkul masyarakat pun harus beradaptasi. Turnamen ini ruang silaturahmi, serta wujud kehadiran Polri sebagai sahabat generasi muda yang kreatif dan inovatif,” ungkap Anggaito.
Anggaito juga titip pesan kamtibmas kepada para peserta, agar menjadi “polisi bagi diri sendiri” di era digital, tidak mudah terprovokasi hoaks, tetap disiplin belajar, serta menjaga kesehatan fisik di tengah aktivitas e-Sports.
Menurutnya, menjadi atlet gim profesional membutuhkan disiplin dan keseimbangan hidup.
Menariknya, di sela-sela turnamen, pengunjung juga disuguhi bazar produk UMKM Desa Pranan.
UP2K PKK Desa Pranan memperkenalkan aneka olahan jambu khas desa setempat, mulai dari nastar jambu, bolen jambu, bolu jambu, selai jambu hingga sirup jambu.
Kehadiran bazar ini membuat orang tua, perangkat desa, dan warga yang hadir tak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga turut berbelanja dan mendukung produk lokal.
Kolaborasi e-Sports dan UMKM tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anak muda mendapatkan ruang ekspresi dan kompetisi sehat, sementara pelaku usaha desa memperoleh panggung promosi di tengah keramaian acara.
Sinergi ini menciptakan efek ganda: membangun kedekatan Polri dengan generasi muda sekaligus memutar roda ekonomi desa.
Dalam turnamen tersebut, juara I diraih Tim Desa Pranan. Kemudian juara II Tim SMAN 1 Polokarto, dan juara III Tim Desa Godog.
Kategori Best Skill diraih Tim SMPN 1 Polokarto, Best Assist oleh Bagas dari Tim Pranan 2, serta Best Supporter dari pendukung Desa Pranan.
Para pemenang memperoleh uang pembinaan mulai dari Rp 300 ribu-Rp 1 juta plus trofi.
Karena juara I melebihi batas usia untuk maju tingkat kabupaten, maka Kecamatan Polokarto akan diwakili juara II dan juara III.
"Kegiatan yang dilaksanakan di luar jam sekolah ini contoh pendekatan kreatif dalam membangun keamanan dan ketertiban masyarakat. Lewat e-Sports yang diminati generasi digital dan bazar UMKM yang menggerakkan ekonomi lokal, Polres Sukoharjo menunjukkan bahwa menjaga kamtibmas dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat," beber Anggaito. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto