RADARBOYOLALI.COM - Kawasan wisata religi miniatur tempat Ibadah haji dan umrah di eks Pasar Hewan Singkil, Karanggeneng, Boyolali Kota bakal dibuka Oktober mendatang. Miniatur kakbah, madinah, shafa hingga marwah bakal menjadi lokasi untuk manasik.
Penataan Kawasan wisata religi tersebut terus berlangsung. Ditandai pembongkaran kios lama oleh dinas terkait masih berjalan. Tampak di sisi barat dan utara Kawasan wisata religi mulai dibongkar. Para pedagang mengamankan bahan bangunan yang masih bisa digunakan. Sementara barang dagangan sudah dipindahkan ke kios baru.
“Kios lama di eks Pasar Hewan Singkil sebanyak 89 kios. Kemudian, untuk kios baru ditempatkan terpadu di selatan kompleks religi. Ada 76 kios baru yang masing-masing sisi menghadap ke jalan dan parkiran,” ucap Kepala Bidang Infrastruktur, Pembinaan dan Penataan Pedagang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali Aris Sulistyanto, kemarin (10/8).
Lebih lanjut, Aris menjelaskan, mulai 2020 dilakukan pendataan terhadap pedagang yang aktif berjualan di kios. Hingga akhirnya terseleki ada 58 kios yang direlokasi di lokasi baru. Tetapi belum seluruh kios terisi karena total ada 89 kios.
Ia menjelaskan, pada Senin (7/8) lali, disdagperin telah melakukan pengundian untuk penempatan pedagang. Sekaligus pemberian kunci kios baru. Sebab, kemarin (10/8) merupakan batas terakhir pindahan, lantaran akan dilakukan pembongkaran pada kios lama.
"Kalau yang posisinya pedagang katul, sudah kita edukasi ke yang bersangkutan. Sudah kita tanya, mereka tidak akan berjualan di situ kios baru. Dikarenakan posisinya, konsumennya kan mereka di Pasar Sapi. Tapi kalau mau jualan (di kios baru Red) metodenya berubah,” ucapnya.
Aris mengamini memang tidak ada pengelompokan shelter. Sedangkan bagi pedagang lain yang tidak terelokasi di komples wisata religi Singkil tetap akan dipindahkan. Lokasinya di tiga pasar, yakni, Sidodadi, Ngebong dan Sunggingan di Kecamatan Boyolali Kota.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali, Ahmad Gojali, mengatakan pembangunan kawasan wisata religi di bekas pasar hewan Singkil, Boyolali Kota memang menjadi salah satu proyek besar di Kota Susu. Hingga awal Agustus ini, pembangunan kios dan fasilitas pendukung sudah rampung 100 persen.
Sedangkan pembangunan miniatur kakbah mencapai 58 pesen. Pembangunan miniatur Masjid Nabawi mencapai 90 persen dan sarana prasarananya 55 persen. Kawasan wisata religi tersebut menghabiskan anggaran senilai Rp 21,6 miliar. Sedangkan pembangunannya dilakukan secara bertahap selama tiga tahun.
"Kalau dihitung secara keseluruhan sudah mencapai 81 persen. Tahun ini selesai. Kita usahakan bulan Oktober bisa launching ," jelasnya. (rgl/ren)
Editor : Damianus Bram