RADARSOLO.COM- Faktor kelelahan diduga menjadi penyebab banyaknya penyelenggara Pemilu 2024 di Solo Raya jatuh sakit.
Bahkan hingga ada yang meninggal dunia. Catatan radarsolo.com, ada enam penyelenggara Pemilu 2024 di Solo Raya meninggal dunia.
Terbanyak dari Kabupaten Boyolali yang mencapai empat penyelenggara Pemilu 2024 meninggal dunia.
Rinciannya, dua petugas KPPS, satu petugas pengawas TPS (PTPS) dan satu petugas ketertiban (gastib).
Gastib yang meninggal dunia, Selasa (20/2/2024) malam adalah Muhammad Sholeh. Sebelumnya, Sholeh ditugaskan di TPS 15 Desa Guli, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.
Penyebabnya sama, diduga kelelahan setelah bertugas mengawal kelancaran Pemilu 2024.
Kades Guli Eko Fahrudin menjelaskan, Sholeh mengeluh sakit setelah pemungutan dan penghitungan suara 14 Februari 2024.
“Tapi tidak mau dibawa ke rumah sakit. Alasannya hanya masuk angin biasa. Lalu meminta istrinya mengeroki (kerokan)," ujarnya, Rabu (21/2/2024).
Setelah kerokan, Sholeh tidur. Namun, sekira pukul 23.30, warga Dusun Guli Lor RT 01 RW 03, Desa Guli, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali itu meninggal dunia.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya,” ujar Komisioner KPU Boyolali Nyuwardi.
KPU Boyolali telah memroses pemberian santunan yang akan diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.
Diketahui, selain di Boyolali, dua petugas KPPS di Kabupaten Klaten juga meninggal dunia akibat sakit. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono