Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kirab Padusan Boyolali, Prajurit Keraton Solo Kesurupan di Tengah Prosesi

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 27 Februari 2025 | 21:12 WIB
Disporapar Boyolali gelar Kirab Budaya Padusan di Umbul Ngabean dan Umbul Tlatar, Kamis (27/2/2025).
Disporapar Boyolali gelar Kirab Budaya Padusan di Umbul Ngabean dan Umbul Tlatar, Kamis (27/2/2025).

RADARSOLO.COM-Pemkab Boyolali melalui Disporapar menyelenggarakan Kirab Budaya Padusan di Umbul Ngabean dan Umbul Tlatar, Kamis (27/2/2025).

Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut bulan suci Ramadhan, sekaligus ajang pelestarian budaya lokal.

Acara diawali dengan kirab budaya yang dimulai dari Kantor Kecamatan Banyudono menuju Umbul Ngabean, pemandian bersejarah yang dahulu menjadi favorit Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) X.

Kirab ini diikuti oleh prajurit Keraton Solo, iringan kereta kuda yang membawa keluarga keraton, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali beserta jajarannya.

Setibanya di Umbul Ngabean, Sekda Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani bersama GKR Wandansari memimpin prosesi seremonial dengan memandikan pasangan Putra-Putri  Boyolali.

Dilanjutkan nyemplung ke umbul sebagai simbol penyucian diri.

Di tengah prosesi, salah satu prajurit Keraton Solo mengalami kerasukan.

Meski demikian, keseluruhan acara tetap berlangsung lancar dan khidmat.

"Alhamdulillah, Padusan 2025 yang dihadiri langsung oleh Gusti Moeng (Wandansari) berjalan dengan lancar," ujar Wiwis Trisiwi Handayani.

Prajurit Keraton Solo yang mengalami kerusukan saat prosesi Padusan.
Prajurit Keraton Solo yang mengalami kerusukan saat prosesi Padusan.

Wiwis juga menegaskan bahwa tradisi Padusan merupakan bagian dari pelestarian budaya yang harus terus dijaga.

Selain itu, acara ini diharapkan memberikan multiplier effect dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga: Ciptakan Suasana Kondusif Jelang Ramadan, Polres Klaten Gelar Dzikir dan Sholawat

Pemkab Boyolali berharap, tradisi Padusan ini dapat menjadi momentum penyucian diri menjelang Ramadhan.

Disporapar juga menargetkan kedatangan 5.000 pengunjung per hari ke Umbul Ngabean dan Tlatar setelah kegiatan Padusan ini berlangsung. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Umbul Tlatar #Boyolali #padusan #kirab budaya #umbul ngabean #Keraton Solo