RADARSOLO.COM-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali mencatat terjadi kenaikan volume sampah yang dihasilkan selama satu kali perhelatan Car Free Day (CFD) di lokasi baru.
Tepatnya di Jalan Merdeka Timur, kompleks kantor terpadu Pemkab Boyolali.
Kepala DLH Boyolali Suraji mengungkapkan, dalam sekali acara CFD di kompleks kantor terpadu, sampah yang dihasilkan sekira 600 kilogram (kg).
Jumlah tersebut naik 50 persen dibandingkan CFD di Jalan Pandanaran, yakni sekitar 250-300 kg.
“Kenaikan (volumen sampah) disebabkan semakin banyaknya pedagang, yaitu gabungan pedangan CFD dan pedagang Alun-alun Kidul,” jelas Suraji, Minggu (28/9).
Selain itu, area CFD yang lebih luas, serta lebih banyak pengunjung yang datang.
Pedagang Tak Sediakan Tempat Sampah, Pengunjung Belum Tertib Buang Sampah
Suraji mengatakan, permasalahan utama adalah mayoritas pedagang menggunakan pembungkus berbahan plastik. Seperti kantung plastik, gelas plastik, styrofoam.
“Pedagang tidak menyediakan tempat sampah sendiri. Juga masih banyak pengunjung yang belum tertib membuang sampah pada tempatnya. Terutama bungkus makanan dan minuman,” lanjut Suraji.
Sebagai tindak lanjut, DLH akan berkoordinasi dengan Disdagperin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) untuk menertibkan pedagang dalam mengelola sampah.
Termasuk mengimbau pedagang dan pengunjung untuk tertib menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.
Baca Juga: Hadir dan Dukung Panen Raya Jagung di Karanganyar, Ketua DPRD Sumanto Dukung Swasembada Pangan
Suraji meminta pengunjung CFD lebih peduli dengan kebersihan lingkungan.
Walaupun ada pemulung yang ikut mengambil sampah, namun mereka hanya mengambil sampah yang memiliki nilai jual. Seperti cup maupun botol plastik.
“Tolonglah bantu kami dengan tertib buang sampah, syukur mau mengurangi sampah dengan membawa tumbler," imbaunya.
"Bagi pedagang dapat mengurangi sampah dengan menggunakan bungkus ramah lingkungan serta menyediakan tempat sampah sendiri,” pungkas Suraji. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono